Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Peningkatan Produktivitas Pertanian Sintang, Bupati Bala: Setiap Kampung Satu Kios Pupuk

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:30 WIB
PELUANG : Bala menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah yang terbatas menuntut pemerintah dan petani untuk lebih kreatif mencari peluang dukungan.
PELUANG : Bala menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah yang terbatas menuntut pemerintah dan petani untuk lebih kreatif mencari peluang dukungan.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang menaruh perhatian besar pada peningkatan produktivitas sektor pertanian di tengah keterbatasan fiskal daerah. Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menilai kunci peningkatan hasil pertanian terletak pada kedisiplinan petani mengikuti arahan teknis penyuluh serta kemudahan akses sarana produksi, terutama pupuk.

Hal itu disampaikan Bala saat berada di Desa Gernis Jaya, Kecamatan Sepauk, usai mengikuti panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia secara daring. Kegiatan tersebut melibatkan ribuan penyuluh dan jutaan petani dari berbagai daerah.

Bala menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah yang terbatas menuntut pemerintah dan petani untuk lebih kreatif mencari peluang dukungan dari pemerintah pusat.

“Kita sekarang memahami bahwa dana transfer ke daerah berkurang, dana desa juga berkurang. Kalau mau mendapatkan dukungan dari pusat, maka arahan teknis dari penyuluh pertanian harus benar-benar diikuti,” ujar Bala, Kamis (8/1).

Ia menyoroti persoalan pupuk yang masih menjadi keluhan petani di lapangan. Menurut Bala, ketersediaan pupuk harus didekatkan dengan petani agar proses tanam tidak terkendala.

“Saya juga petani. Kalau posisi saya sebagai petani, sama seperti yang disampaikan penyuluh tadi, idealnya di setiap kampung ada minimal satu kios pupuk,” kata Bala.

Selain pupuk, Bala juga mengingatkan pentingnya pemenuhan persyaratan administrasi bagi kelompok tani yang ingin memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak datang secara otomatis.

“Syaratnya memang banyak dan wajib dipenuhi dengan baik. Tidak bisa kita abaikan,” ungkap Bala.

Menurut Bala, komunikasi yang baik antara petani, kelompok tani, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi faktor penentu keberhasilan program pertanian. Ia meminta para penyuluh tetap menjaga semangat kerja dan tidak mudah mengeluh meski menghadapi berbagai keterbatasan. “

"Jaga terus komunikasi di lapangan. Jalani tugas dengan konsisten,” pesannya.

Bala juga menyebut bahwa penentuan lokasi penerima bantuan Alsintan sangat bergantung pada usulan dari pemerintah kabupaten. Karena itu, ia meminta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sintang aktif mendampingi kelompok tani.

“Bantu mereka memenuhi persyaratan agar peluang mendapatkan bantuan dari pusat semakin besar,” ungkapnya.

Melalui penguatan peran penyuluh, kemudahan akses pupuk, dan kesiapan administrasi kelompok tani, Bala berharap sektor pertanian Sintang mampu meningkatkan produktivitas dan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah. (nda)

Editor : Hanif
#petani lokal #sintang #Swasembada Pangan #produktivitas pertanian #kios pupuk