PONTIANAK POST- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 12 Jerora I, Kabupaten Sintang, menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memastikan kualitas layanan benar-benar dirasakan oleh peserta didik. Program ini dilaksanakan oleh Yayasan Miltoni Jarau Tapang sebagai penyedia dapur MBG yang melayani kebutuhan makanan bergizi bagi siswa sekolah dasar.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara pihak sekolah, orang tua murid, pengelola dapur, dan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, masukan dari penerima manfaat sangat dibutuhkan agar program berjalan sesuai harapan.
“Kalau ada makanan yang rasanya kurang cocok atau menu yang tidak sesuai, langsung sampaikan kepada pemilik dapur MBG. Komunikasi yang baik pasti akan menghasilkan perbaikan,” ujar Bala, Jum'at (9/1).
Ia menilai penyediaan makanan dalam jumlah besar memang memiliki tantangan tersendiri, namun kualitas dan keseimbangan gizi tetap harus menjadi prioritas. Bala menyatakan keyakinannya bahwa pengelola dapur mampu menyajikan menu yang bervariasi dan sesuai kebutuhan anak-anak.
“Saya yakin menu yang disajikan akan terus diperbaiki agar berimbang secara gizi dan bisa diterima dengan baik oleh siswa,” katanya.
Koordinator Wilayah Kabupaten Sintang Badan Gizi Nasional, Zamzami, menjelaskan bahwa program MBG telah berjalan sejak 17 Februari 2025 dan telah diluncurkan di beberapa titik di wilayah Sintang. Ia menyebutkan dapur MBG di Jerora I pada tahap awal melayani kurang dari 1.000 penerima manfaat.
“Pada minggu pertama, jumlahnya masih di bawah seribu siswa. Ke depan, sesuai kapasitas dapur, layanan bisa mencapai maksimal 3.000 penerima manfaat,” jelas Zamzami.
Ia merinci, dari total kapasitas tersebut, sekitar 2.500 dialokasikan untuk peserta didik, sementara 500 lainnya untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Perluasan cakupan program dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan dapur dan distribusi," pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif