PONTIANAK POST - Turnamen sepak bola antar SMP/MTs se-Kabupaten Sintang bertajuk SMKS Muhammadiyah Cup resmi bergulir di Lapangan Kodim 1205 Sintang, Sabtu (10/1). Kompetisi ini menjadi ruang pembinaan bagi pelajar sekaligus ajang mempertemukan bakat-bakat muda dari berbagai kecamatan, termasuk peserta terjauh dari Kecamatan Kayan Hilir.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, hadir menyaksikan pertandingan perdana dan menyampaikan pandangannya mengenai nilai olahraga bagi generasi muda. Ia mengaku memiliki kenangan pribadi dengan Lapangan Kodim 1205 yang pernah menjadi tempatnya bermain sepak bola pada akhir 1980-an saat masih bersekolah.
“Lapangan ini punya cerita bagi saya. Dulu saya sering main di sini, tapi satu hal yang selalu saya ingat, saya tidak pernah bisa mencetak gol,” ujar Bala.
Menurutnya, sepak bola bukan sekadar soal menang dan kalah, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Ia menekankan pentingnya sportivitas di tengah persaingan antarpelajar. “Bermainlah secara sportif, tunjukkan teknik dan kemampuan, bukan cara-cara licik. Itu yang ingin kita lihat dari anak-anak,” katanya.
Turnamen ini juga mendapat dukungan pribadi dari Bala. Ia menyebut siap membantu keberlangsungan kegiatan tersebut sesuai kemampuannya. “Saya akan bantu secara pribadi. Mungkin setara satu ton sawit dari kebun saya. Kita doakan saja harga sawit naik,” ucap Bala.
Ketua Panitia SMKS Muhammadiyah Cup, Helfi Kurniawan, menjelaskan bahwa turnamen ini terlaksana berkat kerja sama panitia dengan PS Gelora Sintang. Ia menyebut kompetisi akan berlangsung hingga 26 Januari 2026 dan diikuti oleh tim-tim dari berbagai SMP dan MTs di Sintang. “Peserta cukup beragam, bahkan ada yang datang dari Kayan Hilir. Ini menunjukkan antusiasme sekolah-sekolah terhadap sepak bola pelajar,” jelas Helfi.
Helfi menambahkan, SMKS Muhammadiyah Cup dirancang sebagai agenda tahunan untuk mendukung pembinaan olahraga sejak usia sekolah. “Kami ingin ikut berperan memajukan sepak bola di Sintang. Turnamen ini diharapkan menjadi wadah belajar, berkompetisi, dan membangun mental bertanding yang sehat,” ujarnya.
Melalui kompetisi ini, panitia berharap lahir pemain-pemain muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga menjunjung nilai fair play dan kebersamaan, sebagai bekal untuk jenjang yang lebih tinggi di dunia olahraga. (nda)
Editor : Hanif