PONTIANAK POST - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kalimantan Barat, Jumat (23/1) sore. Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Sintang dan Melawi, dengan laporan kerusakan ringan hingga sedang.
Tokoh masyarakat Melawi, Ritaudin, mengatakan getaran gempa cukup terasa di wilayah tersebut meski tidak separah dampak yang terjadi di Kabupaten Sintang. Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kerusakan paling signifikan terjadi di daerah Nangamau, Kabupaten Sintang.
“Kalau informasinya di Sintang, khususnya di daerah Nangamau, ada rumah tokoh masyarakat yang dinding porselennya sampai lepas. Videonya juga ada, dikirimkan warga,” ujar Ritaudin.
Menurutnya, getaran gempa di Kabupaten Melawi juga dirasakan warga, terutama di kawasan pertokoan dan minimarket. Sejumlah barang dagangan dilaporkan jatuh dari rak akibat guncangan.
“Di Melawi getaran memang ada, tapi tidak separah Sintang. Di beberapa toko dan minimarket, barang-barang di rak ada yang jatuh. Ada juga foto-fotonya,” tambahnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,8 terjadi pada pukul 14.47.56 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 89 kilometer timur Sekadau, Kalimantan Barat.
BMKG mencatat koordinat gempa berada di 0,10 Lintang Utara dan 111,78 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. “Info Gempa dirasakan Mag: 4.8, 23-Jan-26 14:47:56 WIB, Lok: 0.10 LU, 111.78 BT (Pusat gempa berada di darat 89 km timur Sekadau), Kedalaman: 10 Km,” demikian keterangan resmi BMKG yang diterima Pontianak Post.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa tersebut. Aparat setempat masih melakukan pemantauan serta pendataan dampak kerusakan di wilayah terdampak. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. (den)
Editor : Miftahul Khair