PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang menilai penbangunan daerah tidak hanya bergantung pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas iman, akhlak, dan moral masyarakat. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, saat menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Al Fajri, Desa Baning Kota.
Helmi menyampaikan, peristiwa Isra Mikraj memiliki makna penting dalam kehidupan umat Islam karena menjadi tonggak diterimanya perintah salat lima waktu. Menurutnya, shalat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi fondasi utama dalam membentuk kepribadian dan perilaku sosial.
“Salat yang dijalankan dengan benar dan penuh kekhusyukan akan melahirkan pribadi-pribadi yang berintegritas, jujur, sabar, dan bertanggung jawab,” ujar Helmi di Sintang kemarin.
Ia menambahkan, tema ceramah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. “Salat mengajarkan kedisiplinan waktu, ketenangan jiwa, serta kedekatan kepada Allah SWT. Nilai-nilai itu sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” kata Helmi.
Ia menegaskan bahwa penguatan nilai keagamaan berkontribusi langsung terhadap terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera. Helmi juga menekankan pentingnya menjadikan peringatan keagamaan sebagai ruang refleksi untuk meningkatkan kualitas keimanan dan kepedulian sosial.
“Pembangunan yang berkelanjutan memerlukan masyarakat yang memiliki moral kuat dan kepedulian terhadap sesama. Dari situlah kemajuan daerah dapat tumbuh secara seimbang,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi mengajak umat Islam di Kabupaten Sintang untuk memanfaatkan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan menjaga harmoni antarumat beragama.
“Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk bersama-sama membangun daerah yang harmonis dan berkemajuan,” kata Helmi.
Ia berharap nilai-nilai yang dipetik dari peringatan Isra Mi’raj dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam konteks ibadah personal, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. “Ketika iman dan akhlak tumbuh kuat, kontribusi positif bagi daerah akan semakin nyata,” pungkas Helmi. (nda)
Editor : Hanif