PONTIANAK POST - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan keuangan masyarakat. Namun, menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh permodalan dan kegiatan usaha, tetapi juga oleh keterbukaan serta kepercayaan yang terbangun di antara pengurus dan anggota.
Bala menyampaikan bahwa kepercayaan merupakan modal utama yang harus dijaga secara berkelanjutan. Hubungan antara pengurus, anggota, dan mitra kerja perlu dirawat agar koperasi dapat berkembang secara sehat dan berkesinambungan.
“Kepercayaan harus dibangun, mitra harus dijaga dan terus dikembangkan. Tanpa itu, koperasi akan sulit tumbuh,” ujar Bala, Minggu (25/1).
Ia menekankan pentingnya ruang dialog yang sehat di dalam koperasi. Anggota tidak hanya berperan sebagai pengguna layanan, tetapi juga sebagai bagian dari pengawasan dan pengembangan organisasi. Menurut Bala, masukan dan koreksi dari anggota sangat dibutuhkan selama disampaikan dengan cara yang baik.
“Anggota bisa memberi masukan dan koreksi yang positif demi kemajuan koperasi. Sampaikan dengan santun dan elegan, demi kebaikan koperasi dan kebersamaan antara pengurus dan anggota,” katanya.
Lebih lanjut, Bala menegaskan bahwa tujuan utama koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota. Indikator keberhasilan koperasi, kata dia, terletak pada sejauh mana koperasi mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Koperasi harus mampu menyejahterakan anggotanya. Jika itu tercapai, koperasi bisa dikatakan sukses dan maju,” ucapnya.
Dalam pengelolaan koperasi, Bala juga menyoroti pentingnya peran kepemimpinan. Pimpinan koperasi dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga arah kebijakan dan memastikan tata kelola berjalan dengan baik, tanpa mengabaikan peran anggota sebagai pemilik koperasi.
“Peran pimpinan itu penting, tetapi tidak boleh mengesampingkan peran anggota. Keduanya harus berjalan seiring,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan anggota koperasi untuk menjaga komitmen, khususnya dalam kewajiban finansial. Kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban, seperti pembayaran cicilan pinjaman, dinilai sangat berpengaruh terhadap kesehatan koperasi.
“Untuk anggota, kalau meminjam, wajib tepat waktu dalam membayar cicilan. Jangan sampai retak hubungan antara pengurus dan anggota,” tegas Bala.
Bala berharap koperasi di Kabupaten Sintang dapat terus tumbuh sebagai lembaga ekonomi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Dengan kepercayaan, keterbukaan, dan tanggung jawab bersama, koperasi diharapkan mampu menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang kuat dan berkelanjutan. (nda)
Editor : Hanif