Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pengajian Keliling BKMT Sintang: Sarana Dakwah yang Pererat Silaturahmi dan Keimanan Masyarakat

Riska Nanda Kumala Sari • Selasa, 27 Januari 2026 | 15:06 WIB

 

BKMT : Pengajian keliling BKMT Kabupaten Sintang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga hingga tingkat desa
BKMT : Pengajian keliling BKMT Kabupaten Sintang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga hingga tingkat desa

PONTIANAK POST - Kegiatan pengajian keliling yang dilaksanakan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Sintang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga hingga tingkat desa. Program ini dipandang sebagai sarana dakwah yang efektif karena menghadirkan pembinaan keagamaan langsung di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sintang menyampaikan apresiasi atas konsistensi BKMT Kabupaten Sintang yang secara rutin melaksanakan pengajian keliling dari satu kecamatan ke kecamatan lain, termasuk ke wilayah pedesaan. Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sintang, Edy Harmaini, menyebut majelis taklim memiliki fungsi strategis dalam membangun kehidupan umat.

“Ini merupakan bentuk dakwah yang sangat strategis karena menghadirkan ilmu dan nasihat agama langsung ke tengah masyarakat,” ujar Edy, Senin (26/1).

Menurutnya, majelis taklim tidak hanya berperan dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga membangun nilai sosial dan karakter umat. Melalui pengajian, masyarakat dapat memperkuat persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta membangun akhlak yang mulia.

“Majelis taklim menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan semangat persaudaraan, dan membangun karakter yang baik. Terlebih BKMT banyak diikuti para ibu yang memiliki peran besar dalam membentuk generasi beriman dan berakhlak, dimulai dari keluarga,” jelasnya.

Edy menambahkan, pengajian keliling juga menjadi ruang pemersatu umat di tengah perbedaan dan tantangan kehidupan modern. Ia menilai kegiatan keagamaan semacam ini mampu menghadirkan ketenangan serta nilai keimanan dan keteladanan di tengah masyarakat.

“Pengajian keliling menjadi sarana menyatukan umat dan memperkuat kebersamaan dalam bingkai ukhuwah islamiyah,” katanya.

Lebih lanjut, Edy menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas mental dan spiritual masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang membawa pesan persatuan dan perdamaian.

“Kami menyadari pembangunan daerah juga ditentukan oleh kualitas mental dan spiritual masyarakatnya,” tutur Edy.

Ia berharap pengajian keliling dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus memperbaiki diri dan mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan persaudaraan.

“Jadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pusat peradaban yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” tuturnya. (nda)

Editor : Hanif
#majelis taklim #BKMT #sintang #Pemkab Sintang #pengajian keliling