PONTIANAK POST - Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mencatat sebanyak 129 penerima hibah akan memperoleh alokasi dana dari APBD murni tahun 2026 dengan total anggaran sebesar Rp14,78 miliar. Kepala Bagian Kesra Setda Sintang, Erwan Chandra, menyebut hibah tersebut mencakup sektor pendidikan, keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan.
“Rinciannya, hibah pendidikan untuk empat lembaga, hibah keagamaan 111 penerima, serta 17 penerima dari organisasi kemasyarakatan,” ujar Erwan di Sintang kemarin.
Kesra juga menjadwalkan percepatan pencairan belanja hibah pada triwulan pertama. Pada tahap awal, dana akan dicairkan kepada 18 penerima hibah. “Tahun ini kami lakukan percepatan pencairan. Untuk triwulan pertama akan cair 18 penerima hibah. Gelombang pertama ini kami minta segera bertemu dengan verifikator bagian Kesra, kami siapkan enam orang verifikator,” terangnya.
Ia menambahkan, proses verifikasi diperketat guna menghindari penerima fiktif. “Kami akan cek surat rekomendasi dan domisili dari kepala desa atau lurah, rekomendasi camat. Untuk bantuan keagamaan, wajib ada rekomendasi dari Paroki/Resort/Daerah/Sinode/KUA,” jelasnya.
Selain verifikasi administrasi, Kesra melakukan pemantauan lapangan. Erwan menyampaikan, pada 2025 sebanyak 85 persen penerima hibah telah didatangi ke alamatnya untuk verifikasi dan monitoring.
“Ini untuk mengantisipasi kesalahan atau kekeliruan dalam pelaksanaan hibah. Hibah di atas Rp300 juta agar bersiap menjadi objek uji petik pemeriksaan Inspektorat atau BPK RI,” katanya.
Ia juga mengungkapkan terdapat dana hibah yang tidak terserap pada tahun lalu. “Tahun 2025 ada Rp1,3 miliar dana hibah yang tidak dicairkan karena kegiatannya batal dan penerima hibah tidak mencairkan dana,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif