Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Resmi Dilantik, Ini Sosok 4 Kepala Desa Baru di Sepauk, Ketungau Hulu, Sungai Tebelian, dan Serawai

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 6 Februari 2026 | 12:22 WIB
LANTIK : Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny melantik empat kepala desa hasil pemilihan kepala desa antar waktu tahun 2025.
LANTIK : Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny melantik empat kepala desa hasil pemilihan kepala desa antar waktu tahun 2025.

PONTIANAK POST - Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny melantik empat kepala desa hasil pemilihan kepala desa antarwaktu tahun 2025. Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa tugas para kepala desa yang diharapkan mampu menjalankan pemerintahan desa secara akuntabel, terutama dalam pengelolaan anggaran.

Empat kepala desa yang dilantik yakni Lecok sebagai Kepala Desa Tanjung Mawang, Kecamatan Sepauk, Rikhi Yakop sebagai Kepala Desa Empunak Tapang Keladan, Kecamatan Ketungau Hulu, Agustinus sebagai Kepala Desa Laman Raya, Kecamatan Sungai Tebelian, serta Yusnaini sebagai Kepala Desa Nanga Serawai, Kecamatan Serawai.

Dalam arahannya, Ronny menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengelola anggaran desa. Ia mengingatkan bahwa setiap penggunaan dana harus dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku.

 “Tanamkan bahwa uang yang kita kelola adalah uang negara dan uang rakyat. Dengan demikian, kita akan hati-hati dalam mengelolanya dan kita akan aman ke depannya,” ujar Ronny, Kamis (5/2).

 Ia juga meminta para kepala desa tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi maupun tekanan dari pihak tertentu dalam menentukan kebijakan anggaran. Menurutnya, integritas menjadi kunci agar pemerintahan desa berjalan transparan.

 “Jangan sampai terpengaruh oleh tim sukses atau orang dekat. Setiap anggaran harus dipertanggungjawabkan dengan benar dan sesuai peraturan,” tuturnya.

 Ronny menambahkan, koordinasi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten perlu diperkuat agar persoalan di lapangan dapat segera ditangani.

Ia mendorong kepala desa aktif menyampaikan kebutuhan pembangunan, termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memerlukan perhatian.

Selain itu, pemerintah kabupaten tengah melakukan pendataan warga desa yang hidup di bawah garis kemiskinan. Data tersebut diharapkan menjadi dasar penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran.

 “Kami memerlukan data dari desa, berapa dan siapa warga yang membutuhkan, sehingga solusi dan bantuan bisa diberikan secara tepat,” tukasnya. (nda)

Editor : Hanif
#Lantik #kalbar #Pemerintah Desa #kepala desa #wabup Sintang