PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang menargetkan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) semakin tepat sasaran melalui pembenahan data penerima. Perbaikan basis data dinilai menjadi langkah krusial agar bantuan sosial benar-benar diterima keluarga yang memenuhi kriteria.
Sekretaris Daerah Sintang, Kartiyus, mengatakan dinas sosial telah dibantu berbagai pihak, termasuk tim dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, dalam proses validasi dan pemutakhiran data penerima PKH.
“Tugas kita cukup berat, yaitu mengumpulkan data PKH Kabupaten Sintang karena akan dilakukan validasi. Kalau data kita bagus, maka orang miskin akan mendapatkan bantuan dari pemerintah dan pasti tepat sasaran,” ujar Kartiyus, Kamis (19/2).
Ia menegaskan tidak boleh ada praktik penyimpangan dalam pendataan, termasuk memasukkan penerima yang tidak memenuhi syarat. Kartiyus mengingatkan agar seluruh jajaran bekerja profesional dan objektif.
“Saya tidak mau yang menerima PKH ini banyak keluarga kepala desa dan tidak memenuhi syarat. Ke depan, penerima PKH wajib memenuhi syarat. Keluarga saya sekalipun, kalau tidak memenuhi syarat, jangan dimasukkan,” tegasnya.
Berdasarkan data terakhir, jumlah keluarga penerima PKH di Sintang mencapai sekitar 40 ribu kepala keluarga. Pemerintah daerah berharap angka tersebut dapat berkurang seiring membaiknya kondisi ekonomi masyarakat.
Kartiyus juga mengaitkan program bantuan sosial dengan penguatan ekonomi lokal, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta masyarakat memanfaatkan peluang tersebut dengan menanam sayur agar kebutuhan dapur program dapat dipasok dari warga setempat.
“Kalau ada dapur MBG di kampung, mereka bisa beli sayur dari masyarakat sehingga ekonomi bergerak. Harapan kita jumlah orang miskin semakin berkurang dan penerima PKH juga berkurang,” katanya.
Selain itu, ia meminta bank penyalur PKH meningkatkan koordinasi agar proses pencairan berjalan lancar, mengingat tidak semua kecamatan memiliki layanan perbankan. Ia juga mengingatkan 53 PPPK dari Kemensos yang bertugas di daerah agar bekerja maksimal.
“Jangan sampai menerima bantuan seumur hidup. Data harus semakin baik dan bantuan benar-benar membantu keluarga keluar dari kemiskinan,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif