PONTIANAK POST - Keterbatasan akses air bersih di sejumlah desa di Kabupaten Sintang mulai diatasi melalui pembangunan sumur bor dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan Kodim 1205/Sintang. Fasilitas tersebut diproyeksikan sebagai sarana umum yang dapat dimanfaatkan seluruh warga, terutama saat musim kemarau.
Pembangunan sumur bor menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam TMMD ke-127. Selama ini, warga di lokasi sasaran kerap mengalami kesulitan mendapatkan air bersih ketika debit sumber air menurun. Kehadiran sumur bor dinilai menjadi langkah konkret untuk memperkuat ketahanan air di tingkat desa.
Komandan Kodim 1205/Sintang Letkol Inf Zulfikar Akbar Helmi mengatakan, fasilitas tersebut dirancang untuk penggunaan bersama dan berkelanjutan.
“Sumur bor ini kami bangun sebagai fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan seluruh warga. Harapannya, kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Zulfikar, Jumat (20/2).
Menurutnya, ketersediaan air bersih berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan aktivitas ekonomi warga. Air yang memadai akan mendukung kebutuhan rumah tangga, pertanian skala kecil, hingga sanitasi lingkungan.
“Kami ingin kehadiran TMMD memberi dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Program TMMD ke-127 sendiri merupakan bagian dari kerja terpadu antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Selain pembangunan sumur bor, kegiatan fisik lain seperti perbaikan infrastruktur desa turut dilaksanakan.
"Sementara pada kegiatan nonfisik, diadakan penyuluhan kesehatan serta edukasi wawasan kebangsaan," tuturnya.
Zulfikar menyatakan pembangunan sumur bor menjawab kebutuhan mendesak yang selama ini dihadapi. Ia mengatakan, pada musim kemarau mereka harus mengambil air dari sumber yang jaraknya cukup jauh.
“Kalau kemarau, kami kesulitan air. Dengan adanya sumur bor ini, kami berharap tidak lagi kekurangan,” ungkap Zulfikar.
Pembangunan sumur bor tersebut diharapkan menjadi fasilitas publik yang terpelihara dan dimanfaatkan secara kolektif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat desa sasaran di Kabupaten Sintang. (nda)
Editor : Hanif