Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perayaan Imlek 2026 di Sintang Perkuat Kolaborasi Lintas Elemen Menuju Daerah Berdaya Saing

Riska Nanda Kumala Sari • Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:02 WIB

Momentum perayaan imlek 2026 di Sintang menjadi ruang memperkuat persaudaraan dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Momentum perayaan imlek 2026 di Sintang menjadi ruang memperkuat persaudaraan dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.

PONTIANAK POST - Momentum perayaan Imlek 2026 dinilai menjadi ruang memperkuat persaudaraan dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Sintang yang aman, rukun, dan berdaya saing.

Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Asmidi, menuturkan pembangunan daerah tidak dapat dijalankan pemerintah semata. Partisipasi seluruh unsur masyarakat, termasuk etnis Tionghoa, gereja, serta organisasi kemasyarakatan, menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang damai dan produktif.

“Pemerintah daerah tentu tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah yang luas ini. Dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang damai dan produktif,” ujar Asmidi, saat menghadiri kegiatan Apresiasi Imlek GSY Jemaat Rajawali Sintang, Kamis (26/2) malam

Ia menilai tema kegiatan, “Diberkati, Bukan Hoki”, mengandung pesan mendalam tentang makna keberhasilan. Menurutnya, capaian hidup tidak semata-mata ditentukan oleh keberuntungan, melainkan oleh kerja keras, ketekunan, integritas, serta nilai spiritual yang dipegang teguh.

“Tema ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan, kesehatan, dan setiap pencapaian dalam hidup bukan semata-mata karena keberuntungan atau hoki, melainkan karena berkat Tuhan dan hasil dari kerja keras serta ketekunan,” tutur Asmidi.

Asmidi juga menekankan pentingnya membangun karakter dan semangat gotong royong di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia mengajak masyarakat untuk tidak bergantung pada faktor keberuntungan, melainkan memperkuat iman dan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Berkat Tuhan akan nyata ketika kita juga berusaha dengan sungguh-sungguh dan tetap menjunjung nilai-nilai kebaikan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut Kabupaten Sintang sebagai rumah bersama yang dihuni beragam suku, agama, dan budaya. Keberagaman tersebut, menurutnya, merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga sebagai fondasi harmoni.

“Keberagaman suku, agama, dan budaya adalah kekuatan yang harus terus kita jaga. Perayaan Imlek merupakan bagian dari kekayaan budaya dan wujud nyata toleransi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi peran komunitas keagamaan dalam membina generasi muda. “Anak-anak dan kaum muda adalah masa depan Sintang. Jika mereka tumbuh dengan iman yang kuat, karakter yang baik, dan semangat melayani, maka kita optimis Sintang ke depan akan semakin maju dan sejahtera,” tutup Asmidi. (nda)

Editor : Miftahul Khair
#Kolaborasi #sintang #Imlek 2577