Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Sintang Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Ramadan 2026

Riska Nanda Kumala Sari • Senin, 2 Maret 2026 | 12:44 WIB

BUKA BERSAMA: Suasana kegiatan buka bersama yang digelar Majelis Adat dan Budaya Melayu Kabupaten Sintang di Masjid Al-Ikhlas, Mensiku Jaya, Sabtu (28/2) malam.
BUKA BERSAMA: Suasana kegiatan buka bersama yang digelar Majelis Adat dan Budaya Melayu Kabupaten Sintang di Masjid Al-Ikhlas, Mensiku Jaya, Sabtu (28/2) malam.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang mengajak masyarakat menjadikan Ramadan 2026 sebagai ruang memperkuat kepedulian sosial dan merawat persatuan di tengah keberagaman daerah. Ajakan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, saat menghadiri kegiatan buka bersama yang digelar Majelis Adat dan Budaya Melayu Kabupaten Sintang di Masjid Al-Ikhlas, Mensiku Jaya, Sabtu (28/2) malam.

Helmi menegaskan, Ramadan bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial. “Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat, menyapa langsung masyarakat, mendengar aspirasi, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam suasana penuh keberkahan,” ujar Helmi.

Menurutnya, kegiatan berbagi yang dilakukan Majelis Adat dan Budaya Melayu tidak sekadar penyaluran bantuan, melainkan wujud nyata kepedulian sosial.

“Ini bukan hanya berbagi secara materi, tetapi juga berbagi kasih sayang dan semangat kebersamaan,” ucapnya.

Ia menilai nilai budaya Melayu yang berlandaskan prinsip adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah, sejalan dengan ajaran Islam yang mengedepankan akhlak dan solidaritas. Peran lembaga adat, lanjutnya, strategis dalam menjaga harmoni sosial di Kabupaten Sintang yang dihuni beragam suku dan agama.

Helmi menyebut Ramadan sebagai “bulan pendidikan” yang melatih kesabaran dan empati. “Ketika kita merasakan lapar dan dahaga, kita diingatkan untuk lebih peka terhadap saudara-saudara kita yang hidup dalam kekurangan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan sebagai fondasi pembangunan daerah. “Kabupaten Sintang adalah rumah besar bagi kita semua. Tanpa kebersamaan, pembangunan tidak akan berjalan optimal,” ungkap Helmi.

Pemerintah daerah, lanjut Helmi, berkomitmen meningkatkan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun ia menekankan, keberhasilan pembangunan memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga adat dan tokoh agama.

Helmi berharap Masjid Al-Ikhlas tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan. “Dari masjid inilah semangat persatuan, kedamaian, dan kepedulian dapat terus disebarkan,” pungkasnya. (nda)

Editor : Miftahul Khair
#Masjid Al-Ikhlas #sintang #Ramadan 2026 #helmi #Pemkab Sintang