PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang menempatkan penguatan ekonomi berbasis desa sebagai salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan program Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, mengatakan penguatan koperasi desa diarahkan untuk membangun kedaulatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di setiap wilayah. Melalui koperasi tersebut, masyarakat diharapkan memiliki ruang untuk mengelola usaha secara kolektif dan profesional.
“Kita ingin membangun kedaulatan ekonomi dari akar rumput melalui program koperasi desa merah putih,” ujar Bala di Sintang kemarin.
Menurutnya, koperasi tidak hanya dipandang sebagai wadah kegiatan usaha semata, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat apabila dikelola secara baik. Dengan pengelolaan yang profesional, koperasi dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada di desa.
“Koperasi ini bukan sekadar wadah usaha, melainkan mesin penggerak untuk meningkatkan pendapatan warga melalui pengelolaan potensi lokal secara profesional dan mandiri,” tutur Bala.
Ia menilai penguatan ekonomi desa sangat penting karena sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat Sintang masih bertumpu pada sektor-sektor berbasis sumber daya lokal, seperti pertanian, perkebunan, dan usaha kecil. Jika potensi tersebut dikelola secara terorganisasi melalui koperasi, maka dampak ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Selain penguatan sektor ekonomi masyarakat, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) sebagai ujung tombak pelayanan publik. Bala menyebut peningkatan kapasitas ASN menjadi faktor penting untuk memastikan program pembangunan berjalan secara efektif.
Menurutnya, peningkatan kompetensi aparatur perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui penguatan kemampuan dasar maupun keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan pelayanan publik.
“Kita juga mendorong peningkatan kapasitas ASN melalui pengembangan kompetensi dasar dan teknis. Hal ini harus menjadi prioritas agar pelayanan publik semakin berkualitas,” kata Bala.
Ia berharap penguatan kapasitas aparatur dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi masyarakat. Dengan aparatur yang profesional dan sistem ekonomi desa yang semakin kuat, pemerintah daerah optimistis kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
“Kita ingin pembangunan ekonomi masyarakat berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada warga,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif