PONTIANAK POST - Gempa tektonik mengguncang wilayah Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Jumat (13/3) pukul 03.04 WIB. Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa tersebut memiliki magnitudo M5,0 dan berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 0,04 derajat Lintang Selatan dan 111,91 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di wilayah daratan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Adang,” ujar Rahmat.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut dipicu oleh pergerakan geser atau strike slip pada struktur patahan tersebut. Karakter gempa dangkal seperti ini umumnya dapat dirasakan cukup jelas oleh masyarakat di sekitar pusat gempa meskipun tidak selalu menimbulkan kerusakan.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Di Kabupaten Sintang dan Sanggau, intensitas gempa tercatat mencapai skala III MMI, yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.
Sementara itu, di wilayah Melawi dan Katingan, getaran gempa dirasakan pada skala II MMI. Pada skala ini, getaran biasanya hanya dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut,” kata Rahmat.
BMKG juga memastikan bahwa gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini karena sumber gempa berada di daratan serta karakter mekanisme patahan yang tidak memicu pergerakan vertikal dasar laut.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.
Pemantauan BMKG hingga pukul 03.35 WIB juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman setelah terjadi getaran.
Rahmat mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya terkait gempa. “Pastikan informasi resmi hanya berasal dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi,” tutupnya. (nda)
Editor : Miftahul Khair