PONTIANAK POST - Persoalan sanitasi masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Sintang. Hingga kini, baru sekitar 65 persen rumah tangga yang memiliki toilet, sementara sisanya masih melakukan praktik buang air besar sembarangan. Kondisi tersebut menunjukkan akses sanitasi layak bagi masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, mengatakan keterbatasan fasilitas sanitasi juga berkaitan dengan ketersediaan air bersih yang belum merata. Berdasarkan data yang ada, baru sekitar 56 persen masyarakat yang telah menggunakan air bersih secara layak.
“Rumah tangga di Kabupaten Sintang yang memiliki toilet baru sekitar 65 persen. Sisanya masih buang air besar sembarangan, dan yang sudah menggunakan air bersih baru 56 persen,” kata Kartiyus, menghadiri serah terima pembangunan toilet sekolah dari Wahana Visi Indonesia Area Program Sintang di SDN 37 Tapang Sembilan Desa Sinar Harapan Kecamatan Sepauk, Kamis (12/3).
Menurutnya, sanitasi yang baik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Kebiasaan hidup bersih, terutama penggunaan toilet yang layak, menjadi salah satu faktor utama dalam mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak higienis.
“Kunci kesehatan keluarga dimulai dari toilet yang bersih. Kunci kesehatan sekolah juga ada pada kebersihan toilet sekolah,” ungkapnya.
Kartiyus menambahkan, kebiasaan menjaga sanitasi harus ditanamkan sejak usia dini. Orang tua dan guru memiliki peran penting untuk mengajarkan anak-anak mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk cara menggunakan toilet dengan benar serta menjaga kebersihannya.
“Kepada orang tua dan guru, ajarkan anak-anak cara buang air kecil dan besar yang sehat supaya toiletnya tetap terjaga,” katanya.
Upaya peningkatan sanitasi di Sintang juga melibatkan berbagai pihak. Salah satunya melalui program yang dijalankan Wahana Visi Indonesia (WVI) di wilayah tersebut. Program tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas sanitasi di sejumlah sekolah.
Zona Project Manager Wahana Visi Indonesia Kalimantan Barat, Meiseany Hortensia, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan World Vision Jepang dan Sato Lixil dalam penyediaan sarana air bersih dan sanitasi di sekolah.
“Kami membangun 14 sarana toilet baru dan merenovasi tujuh unit toilet di beberapa sekolah di Kecamatan Sepauk, serta membangun tiga sarana air bersih,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung lingkungan sekolah yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya sanitasi.
“Kunjungan donor dari Jepang juga dilakukan untuk melihat langsung hasil pembangunan sarana sanitasi yang sudah dikerjakan,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif