PONTIANAK POST - Makna puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan sikap, pikiran, serta menjaga hubungan baik dengan sesama. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sintang, Syaiful Anam, saat memberikan tausiyah dalam kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang dan masyarakat, Rabu (11/3) malam.
Menurut Syaiful Anam, esensi utama ibadah puasa adalah melatih umat Islam untuk menahan diri dari berbagai sikap negatif, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Ia menegaskan bahwa seorang muslim sejati adalah pribadi yang mampu menjaga orang lain dari gangguan ucapan dan tindakannya.
“Menahan diri bukan hanya dari makan dan minum sejak subuh sampai maghrib, tetapi juga menahan diri dari pola pikir negatif, berburuk sangka, dan merasa lebih baik dari orang lain,” ujar Syaiful Anam.
Ia menambahkan, Ramadan seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam untuk membersihkan hati sekaligus memperkuat persaudaraan. Dengan pengendalian diri yang baik, masyarakat diharapkan mampu menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang juga menyerahkan bingkisan Ramadan kepada anak-anak dari panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial. Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan kegiatan berbagi tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kerja sama dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ujar Bala.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong agar pembangunan di Kabupaten Sintang dapat berjalan lebih baik. Menurutnya, nilai kepedulian sosial yang dipelajari selama Ramadan seharusnya tetap dijaga dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan suci berakhir. (nda)
Editor : Hanif