PONTIANAK POST - Kondisi infrastruktur dasar di Kabupaten Sintang masih menjadi tantangan besar bagi percepatan pembangunan daerah. Hingga saat ini, persentase jalan dengan kondisi mantap di wilayah tersebut baru mencapai 12,07 persen. Keterbatasan itu berdampak langsung pada distribusi barang, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga akses pelayanan dasar.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyebut rendahnya kualitas konektivitas wilayah menjadi salah satu penghambat utama pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kondisi jalan yang belum memadai membuat pergerakan barang dan jasa menjadi kurang efisien, terutama di wilayah pedesaan.
“Kondisi infrastruktur, khususnya jalan mantap yang baru sekitar 12,07 persen, menghambat distribusi barang dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Bala, Jum'at (13/3).
Ia menjelaskan, sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan sebenarnya memiliki potensi besar. Namun hingga kini sektor tersebut belum mampu memberikan nilai tambah maksimal karena sebagian besar produk masih dijual dalam bentuk komoditas mentah.
“Di sisi lain, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan belum memberikan nilai tambah yang memadai karena masih dominan pada komoditas mentah,” kata Bala.
Bala menambahkan, persoalan ekonomi daerah juga berkaitan dengan stabilitas harga kebutuhan pokok yang kerap berfluktuasi. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli masyarakat dan turut menekan laju inflasi di daerah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi agenda strategis yang harus dijalankan secara lebih serius, terencana, dan berkelanjutan. Infrastruktur tidak hanya dipahami sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk membuka akses ekonomi dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
“Infrastruktur bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga instrumen penting untuk membuka akses ekonomi, menurunkan kesenjangan wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Dalam upaya memperbaiki kondisi tersebut, pemerintah daerah menetapkan lima agenda prioritas yang harus menjadi fokus perangkat daerah. Lima agenda tersebut meliputi peningkatan dan pemeliharaan jalan serta jembatan, penyediaan air minum dan sanitasi yang layak, peningkatan kualitas kawasan permukiman, integrasi pembangunan dengan mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan, serta penguatan sinergi pembangunan antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.
“Tema pembangunan 2027 adalah pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas untuk memperkuat daya saing daerah yang berkelanjutan,” tutur Bala.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur ke depan harus menjangkau seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Sintang agar konektivitas wilayah meningkat dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. (nda)
Editor : Hanif