PONTIANAK POST - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sintang pada tahun anggaran 2025 melampaui target yang ditetapkan. Dari target sebesar Rp 229,84 miliar, realisasi PAD mencapai Rp 259,25 miliar atau 112,79 persen, mencerminkan kinerja pendapatan daerah yang lebih tinggi dari proyeksi awal.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, mengungkapkan capaian tersebut saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2025 di hadapan DPRD Kabupaten Sintang. Ia menyebut peningkatan PAD menjadi indikator penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah.
“Realisasi PAD kita mencapai 112,79 persen dari target. Ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja dalam pengelolaan dan optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah,” ujar Bala, Jum'at (27/3).
Secara keseluruhan, total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang tahun 2025 setelah perubahan tercatat sebesar Rp 2,07 triliun. Di sisi belanja, realisasi anggaran mencapai Rp 2,03 triliun dari total alokasi Rp 2,27 triliun, atau sebesar 89,23 persen.
Bala menjelaskan bahwa capaian realisasi belanja tersebut mencerminkan pelaksanaan program dan kegiatan yang berjalan cukup efektif, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan serapan anggaran di beberapa sektor.
“Realisasi belanja daerah dan transfer mencapai 89,23 persen. Ini menggambarkan bahwa sebagian besar program telah terlaksana, namun ke depan perlu terus ditingkatkan agar lebih optimal,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah akan terus diarahkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah akan berupaya mempertahankan tren positif pada sektor pendapatan, sekaligus meningkatkan kualitas belanja agar lebih berdampak langsung pada masyarakat.
“Capaian ini menjadi evaluasi penting bagi kami untuk memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan anggaran di tahun berikutnya,” tambah Bala.
LKPj tersebut menjadi bagian dari mekanisme evaluasi tahunan antara pemerintah daerah dan DPRD, khususnya dalam menilai kinerja pelaksanaan APBD serta efektivitas program pembangunan yang telah dijalankan sepanjang tahun anggaran 2025. (nda)
Editor : Hanif