Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bupati Sintang Soroti Aturan MBG yang Sering Berubah, Pelaku Usaha Dapur Mengaku Kesulitan

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 2 April 2026 | 15:33 WIB
EVALUASI : Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menghadiri Pengarahan dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis kepada Koordinator Wilayah, Yayasan dan Mitra di Hotel My Home pada Rabu, (1/4). (RISKA / PONTIANAK POST )
EVALUASI : Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menghadiri Pengarahan dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis kepada Koordinator Wilayah, Yayasan dan Mitra di Hotel My Home pada Rabu, (1/4). (RISKA / PONTIANAK POST )

PONTIANAK POST - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sintang menghadapi tantangan serius di lapangan. Selain tuntutan standar yang ketat, pelaku usaha dapur juga dibebani modal besar yang sebagian diperoleh dari pinjaman. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan keberlanjutan operasional dapur jika tidak ada penyesuaian kebijakan.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyoroti langsung persoalan tersebut saat menghadiri pengarahan dan evaluasi program MBG. Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan kebersihan dapur, namun juga meminta agar regulasi tidak memberatkan pelaku usaha.

“Saya tidak ingin karena kekurangan syarat tertentu lalu ditutup. Modal yang mereka keluarkan besar, bahkan ada yang sampai meminjam ke bank dan koperasi kredit untuk membuka dapur,” ujar Bala, Rabu (1/4).

Menurut Bala, banyak pemilik dapur hanya ingin menjalankan usaha dan menciptakan lapangan kerja. Namun, perubahan standar yang dinilai sering terjadi membuat mereka kesulitan menyesuaikan diri. Ia mengaku telah menerima berbagai keluhan dari pelaku usaha terkait hal tersebut.

“Saya mendengarkan langsung keluhan mereka. Aturan dan standar sering berubah-ubah, ini menyulitkan di lapangan,” katanya.

Selain aspek usaha, Bala juga menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam program MBG. Ia mengusulkan agar dilakukan pelatihan teknis bagi pekerja dapur agar memenuhi standar yang ditetapkan sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

“Soal pekerja, sebaiknya ada Diklat teknis. Dengan begitu, tenaga kerja lokal Sintang bisa diberdayakan dan mampu bekerja sesuai standar,” tambahnya.

Kegiatan evaluasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga unsur pelaksana program di wilayah. Pengarahan dipimpin oleh Rudi Setiawan yang menekankan pentingnya pengawasan dan konsistensi pelaksanaan program di daerah.

Program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Namun tanpa keseimbangan antara standar dan kemampuan pelaku usaha, tujuan tersebut dinilai sulit tercapai. (nda)

Editor : Hanif
#Mbg #aturan #Pelaku Usaha #dapur #bupati sintang