PONTIANAK POST - Penurunan drastis kuota haji menjadi tantangan serius bagi calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Sintang tahun 2026. Di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil, jumlah jamaah yang diberangkatkan dari daerah itu menyusut tajam, memunculkan kekhawatiran sekaligus ketidakpastian bagi para peserta.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sintang, Koliq, mengungkapkan bahwa jumlah CJH tahun ini hanya 35 orang. Angka tersebut jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 130 orang.
“Tahun lalu jumlah jamaah haji Kabupaten Sintang bisa mencapai 130 orang, sementara tahun 2026 ini hanya 35 orang saja,” ujar Koliq, Senin (6/4).
Menurut Koliq, perubahan sistem kuota menjadi salah satu penyebab utama penurunan tersebut. Penentuan kuota kini tidak lagi berbasis kabupaten, melainkan dialihkan ke tingkat provinsi, yang berdampak langsung pada daerah.
“Kuota tidak lagi berdasarkan kabupaten, tetapi kuota provinsi. Kuota Provinsi Kalimantan Barat juga mengalami penurunan, dari sebelumnya 2.500 orang menjadi hanya 1.859 orang tahun ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, penetapan kuota provinsi dilakukan dengan mempertimbangkan panjangnya daftar tunggu calon jamaah haji. Kondisi ini membuat peluang keberangkatan semakin terbatas, khususnya bagi daerah dengan jumlah pendaftar tinggi.
Di sisi lain, situasi keamanan global turut menjadi perhatian. Konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah disebut berpotensi memengaruhi pelaksanaan ibadah haji, meskipun hingga saat ini belum ada keputusan pembatalan.
“Sekarang di kawasan Timur Tengah sedang perang, tetapi informasi dari Kementerian Haji dan Umroh, untuk sementara pelaksanaan ibadah haji tetap dilaksanakan. Namun jika kondisi tidak memungkinkan, tentu akan ditinjau ulang,” tegas Koliq.
Ia tetap mengingatkan para peserta manasik agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius sebagai bekal utama menjalankan ibadah haji. Kesiapan fisik dan pemahaman materi dinilai menjadi faktor penting di tengah berbagai ketidakpastian yang ada.
“Semoga peserta tetap sehat selama mengikuti manasik haji ini dan semuanya bisa berangkat nantinya,” tukasnya. (nda)
Editor : Hanif