Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Lahan Kosong TPS3R Akcaya Dimanfaatkan Jadi Area Praktik Mahasiswa untuk Cegah Sampah Liar

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 10 April 2026 | 14:38 WIB
AREA : Lahan kosong milik pemerintah daerah di sekitar lokasi pembuangan sampah liar di Kelurahan Akcaya dirancang untuk dimanfaatkan sebagai area praktik pertanian dan perkebunan bagi mahasiswa. (RISKA / PONTIANAK POST)
AREA : Lahan kosong milik pemerintah daerah di sekitar lokasi pembuangan sampah liar di Kelurahan Akcaya dirancang untuk dimanfaatkan sebagai area praktik pertanian dan perkebunan bagi mahasiswa. (RISKA / PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Upaya mencegah munculnya kembali titik pembuangan sampah liar di kawasan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle) Kelurahan Akcaya, Kabupaten Sintang dilakukan dengan pendekatan berbeda.

Lahan kosong milik pemerintah daerah di sekitar lokasi tersebut dirancang untuk dimanfaatkan sebagai area praktik pertanian dan perkebunan bagi mahasiswa.

Langkah itu dipilih sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan klasik pembuangan sampah ilegal yang kerap terjadi di area tanpa aktivitas. Dengan adanya kegiatan rutin di lokasi tersebut, potensi penyalahgunaan lahan sebagai tempat pembuangan liar diharapkan dapat ditekan.

Lurah Akcaya, Vercelly Vianney, menjelaskan bahwa program ini tengah disiapkan melalui kolaborasi dengan sektor akademis. Pemanfaatan lahan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Bagian Aset Daerah.

Baca Juga: Sintang Diproyeksikan Jadi Hub Logistik dan Pusat Ekonomi Hijau Kalbar dalam RKPD 2027

“Kami ingin lahan ini tidak lagi kosong tanpa fungsi. Dengan adanya aktivitas mahasiswa, kawasan ini akan terjaga dan tidak mudah disalahgunakan,” ujar Varcelly, Kamis (9/4).

Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari lahan yang sebelumnya terbengkalai. Aktivitas praktik pertanian dan perkebunan dinilai mampu menghadirkan pengawasan alami karena adanya perawatan dan keterlibatan langsung dari berbagai pihak.

“Kalau lahan terus digunakan dan dirawat, orang akan berpikir dua kali untuk membuang sampah sembarangan di sana,” katanya.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan TPS3R sebagai model pengelolaan lingkungan yang lebih terintegrasi. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi ruang edukasi dan praktik lapangan.

Vercelly menambahkan, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi pengelolaan lingkungan berbasis kolaborasi. “Kami berharap ini bisa menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga memberi manfaat pendidikan,” ucapnya.

Baca Juga: Infrastruktur Jadi Prioritas RKPD Sintang 2027 untuk Tingkatkan Daya Saing dan Ekonomi Daerah

Dengan konsep pemanfaatan lahan produktif, kawasan TPS3R Kelurahan Akcaya ditargetkan mampu berkembang sebagai fasilitas percontohan pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan, sekaligus menekan potensi munculnya titik sampah liar baru di wilayah tersebut. (nda)

Editor : Hanif
#TPS3R Akcaya #praktik mahasiswa #Lahan Kosong #pembuangan #Sampah Liar