PONTIANAK POST - Kegiatan pengajian akbar yang digelar Muslimat Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sintang menjadi ruang penguatan peran perempuan dalam membangun keluarga dan masyarakat di tengah perubahan sosial yang kian cepat. Momentum ini dinilai penting untuk memperkokoh nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan umat.
Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Helmi, menilai kegiatan keagamaan semacam ini memiliki dampak luas, tidak hanya pada peningkatan pemahaman agama, tetapi juga dalam memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Pengajian seperti ini bukan sekadar menambah wawasan keislaman, tetapi juga mempererat kebersamaan serta membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai moral,” ujar Helmi, Minggu (12/4) sore.
Helmi menyoroti peran strategis Muslimat Nahdlatul Ulama dalam kehidupan sosial, terutama dalam pembinaan keluarga dan pendidikan generasi. Menurutnya, kontribusi perempuan, khususnya para ibu, sangat menentukan arah pembentukan karakter anak.
Baca Juga: Bupati Sintang Pastikan Seleksi 15 Jabatan Bebas Intervensi dan Berdasarkan Kompetensi ASN
“Peran perempuan, khususnya ibu, sangat menentukan dalam membentuk generasi yang berakhlak baik. Nilai-nilai keislaman yang moderat dan penuh toleransi perlu terus ditanamkan dalam keluarga,” tutur Helmi.
Lebih jauh, kegiatan pengajian dinilai mampu melahirkan sosok muslimah yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Diharapkan lahir perempuan-perempuan yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga cerdas, mandiri, serta mampu menjadi contoh di lingkungannya,” ucapnya.
Dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari kemajuan teknologi hingga dinamika sosial, penguatan nilai agama disebut menjadi benteng utama bagi keluarga. Karena itu, kegiatan keagamaan diharapkan terus berlangsung secara berkelanjutan.
“Perubahan zaman berjalan cepat, sehingga keluarga perlu dibekali dengan nilai keagamaan yang kuat agar tetap mampu menjaga keseimbangan dalam kehidupan,” ungkap Helmi.
Baca Juga: 6 Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga, Simpel dan Efektif untuk Anda dengan Rutinitas Sibuk
Pemerintah daerah, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan untuk mendukung kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Kerja sama antara pemerintah dan organisasi keagamaan perlu terus diperkuat agar tercipta lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif