PONTIANAK POST – Proses seleksi terbuka 15 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang menjadi perhatian setelah Sekretaris Daerah Sintang, Kartiyus, menyatakan tidak terlibat dalam penilaian untuk posisi yang dilamar oleh adik kandungnya. Sikap ini diambil untuk menjaga integritas dan memastikan hasil seleksi murni berdasarkan kemampuan peserta.
Kartiyus menegaskan, dari lima anggota panitia seleksi (pansel), hanya empat orang yang memberikan penilaian pada jabatan yang dilamar Lili Suryani. “Saya tidak ikut menilai untuk memberikan jaminan bahwa prosesnya sesuai aturan dan bebas konflik kepentingan,” ujar Kartiyus di Sintang kemarin.
Seleksi yang diikuti 62 peserta ini menitikberatkan pada kualitas gagasan dan inovasi yang ditawarkan. Setiap peserta diminta menyusun makalah dengan tema mewujudkan visi dan misi kepala daerah. Menurut Kartiyus, substansi inovasi menjadi kunci utama dalam menentukan kelayakan kandidat.
“Kami menilai sejauh mana inovasi itu mampu menjawab persoalan di OPD yang dilamar. Jangan sampai hanya konsep, tetapi tidak bisa diterapkan,” katanya
Baca Juga: Bupati Ketapang Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pemekaran DOB untuk Percepat Pembangunan Daerah
Ia juga mengingatkan peserta agar tetap serius mengikuti seluruh tahapan. Pansel, kata dia, hanya akan mengumumkan nilai pada dua tahap, yakni rekam jejak dan hasil akhir. Kebijakan ini diambil untuk menjaga motivasi peserta agar tidak mundur di tengah proses.
“Kalau diumumkan setiap tahap, bisa saja ada yang kehilangan semangat karena nilainya rendah. Kami ingin semua peserta tetap bertahan sampai akhir,” jelas Kartiyus.
Pada tahap akhir, pansel akan menetapkan tiga besar untuk setiap jabatan. Selanjutnya, keputusan akhir berada di tangan kepala daerah. “Tiga nama itu semuanya sudah layak. Pimpinan bisa memilih siapa saja dari tiga besar tersebut,” tambah Kartiyus.
Untuk memastikan objektivitas, proses asesmen melibatkan tim dari Universitas Padjadjaran. Kartiyus menekankan pentingnya kesiapan peserta, terutama karena asesmen mengandung aspek psikologis yang cukup kompleks.
“Silakan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan bersaing secara sehat. Tunjukkan kapasitas terbaik,” pesannya.
Baca Juga: Bupati Alexander Wilyo Resmikan Masjid Jami Muara Jekak, Dorong Pembinaan Umat dan Kepedulian Sosial
Dengan mekanisme ini, pemerintah daerah berharap seleksi menghasilkan pejabat yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan organisasi perangkat daerah. (nda)
Editor : Hanif