Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

ICDN Sintang Didorong Berperan Aktif Wujudkan Pembangunan Berbasis Kajian Ilmiah

Riska Nanda Kumala Sari • Selasa, 21 April 2026 | 13:18 WIB
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny menilai keberadaan Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Sintang memiliki posisi strategis dalam pembangunan. (RISKA / PONTIANAK POST)
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny menilai keberadaan Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Sintang memiliki posisi strategis dalam pembangunan. (RISKA / PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menilai keberadaan Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Sintang memiliki posisi strategis dalam mendorong pembangunan berbasis kajian ilmiah. Ia menyebut, latar belakang keahlian para pengurus menjadi modal penting untuk menghadirkan gagasan yang aplikatif bagi daerah.

“Saya melihat pengurus yang ada memiliki kemampuan di bidangnya. Ini peluang bagi ICDN untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Sintang ke depan,” ujar Ronny saat menghadiri pelantikan pengurus ICDN Kabupaten Sintang.

Menurutnya, tantangan pembangunan di Sintang tidak hanya berkutat pada persoalan ekonomi, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ancaman kemarau panjang yang dapat berdampak pada sektor pertanian serta kehidupan masyarakat secara luas.

Ia menegaskan, peran kalangan intelektual sangat dibutuhkan dalam menyampaikan informasi berbasis data dan riset, sehingga masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi tersebut.

Baca Juga: Dinas Lingkungan Hidup Temukan Pelanggaran Izin pada Perusahaan Sawit di Kapuas Hulu

“Ke depan ada kekhawatiran kemarau panjang. Kaum intelektual bisa berperan memberi pemahaman agar masyarakat siap sejak dini,” ungkap Ronny.

Selain itu, persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani secara serius. Berdasarkan data tahun 2025, angka kemiskinan di Sintang mencapai sekitar 8 persen atau setara dengan 40 ribu jiwa. "Kondisi sangat membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif," tuturnya.

Ronny menjelaskan, indikator masyarakat miskin diukur dari kemampuan pendapatan yang berada di bawah Rp700 ribu per bulan. Ia berharap, ICDN dapat memberikan kontribusi melalui pemikiran dan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran.

“Indikator kemiskinan itu penghasilan di bawah Rp700 ribu per bulan. Kami berharap ICDN mampu memberikan masukan agar angka ini bisa ditekan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan intelektual menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan demi kemajuan Kabupaten Sintang. (nda)

Editor : Hanif
#sintang #pembangunan #kajian ilmiah #icdn #bencana