Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wabup Sintang Soroti Minimnya Putra Daerah di Posisi Manajerial Perusahaan Sawit

Riska Nanda Kumala Sari • Rabu, 22 April 2026 | 15:06 WIB
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny

PONTIANAK POST - Pesatnya perkembangan industri perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sintang belum sejalan dengan keterlibatan sumber daya manusia lokal di posisi strategis. Kondisi ini menjadi perhatian Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, yang menilai masih terbatasnya putra daerah dalam jabatan manajerial di perusahaan besar.

Menurut Ronny, hingga saat ini belum banyak tenaga kerja lokal yang mampu menembus posisi penting seperti manajer maupun general manager di perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut. Padahal, sektor ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

“Banyak perusahaan sawit, tapi belum ada putra daerah yang jadi manajer atau general manager. Ini tantangan peningkatan kualitas SDM kita,” ujar Ronny di Sintang kemarin.

Ia menilai, kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan kesempatan kerja, tetapi juga menunjukkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di level profesional yang lebih tinggi. Tanpa peningkatan kapasitas, masyarakat lokal berpotensi hanya menjadi tenaga kerja pada level operasional.

Baca Juga: Pemkab Sintang Dorong GP Ansor Aktif Gerakkan Generasi Muda untuk Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Sintang, lanjutnya, membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM. Baik melalui riset, kajian akademik, maupun gagasan inovatif yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

“Silakan sampaikan saran, pendapat, atau hasil kajian. Semua itu penting untuk membantu pembangunan Sintang,” tegasnya.

Ronny juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan pelaku industri dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci agar putra daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah ekspansi industri, tetapi mampu mengambil peran strategis.

Dengan dorongan peningkatan kapasitas dan keterbukaan terhadap masukan, pemerintah berharap ke depan semakin banyak putra daerah yang mampu menduduki posisi penting di sektor perkebunan.

"Hal ini juga diharapkan dapat sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah," tukasnya. (nda)

Editor : Hanif
#manajerial #perusahaan sawit #Putra Daerah #kualitas sdm #wabup Sintang