Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Atasi Kesenjangan Tenaga Kerja, Wagub Kalbar Tekankan Pendidikan Vokasi Lebih Adaptif

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 23 April 2026 | 09:48 WIB
Krisantus Kurniawan
Krisantus Kurniawan

PONTIANAK POST - Penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri lokal dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Sintang. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang menilai bahwa kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan utama di daerah.

Menurutnya, pendidikan vokasi harus dirancang lebih adaptif agar mampu menghasilkan tenaga kerja siap pakai.

“Kita tidak bisa lagi mengandalkan pola lama. Pendidikan vokasi harus benar-benar terhubung dengan kebutuhan industri di daerah,” ujar Krisantus di Sintang kemarin.

Selain aspek pendidikan, pemerintah daerah juga didorong untuk membuka ruang investasi secara lebih luas. Penyederhanaan regulasi dinilai menjadi langkah penting untuk menarik investor masuk, sehingga mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru. Dengan iklim investasi yang kondusif, potensi ekonomi daerah dapat berkembang lebih optimal.

Baca Juga: Pemkab Sintang Latih Pemuda Jadi Pemimpin Adaptif Hadapi Tantangan Zaman yang Dinamis

“Pemerintah daerah perlu berani melakukan terobosan, termasuk dalam menyederhanakan regulasi. Ini penting agar investasi bisa tumbuh dan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat, dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Krisantus menyoroti perlunya menggali sumber pendanaan kreatif untuk mendukung program-program pembangunan. Optimalisasi aset daerah juga disebut sebagai salah satu langkah strategis yang dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah. (nda)

Editor : Hanif
#pendidikan #Krisantus Kurniawan #Tenaga Kerja #kesenjangan #industri