Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemkab Sintang Sebut Majelis Taklim Wadah Strategis Menjaga Harmoni Sosial Masyarakat

Riska Nanda Kumala Sari • Selasa, 28 April 2026 | 15:21 WIB
Kegiatan tabligh akbar pengajian keliling Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Sintang di Masjid Darussalam, Desa Solam Raya, Kecamatan Sungai Tebelian. (ISTIMEWA)
Kegiatan tabligh akbar pengajian keliling Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Sintang di Masjid Darussalam, Desa Solam Raya, Kecamatan Sungai Tebelian. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang menilai keberadaan majelis taklim memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan moral dan harmoni sosial masyarakat di tengah derasnya arus perubahan zaman. Hal itu disampaikan saat tabligh akbar pengajian keliling Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Sintang di Masjid Darussalam, Desa Solam Raya, Kecamatan Sungai Tebelian.

Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan Helmi mengatakan kegiatan pengajian keliling yang rutin dilaksanakan BKMT menjadi ruang pembinaan keagamaan yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Tabligh akbar dan pengajian keliling ini sangat penting dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama umat Islam,” ujar Helmi.

Menurutnya, majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter masyarakat yang berakhlak mulia, moderat, dan menjunjung toleransi.

Baca Juga: Pertanian Tak Lagi Dilirik Anak Muda, Ini Strategi Mengatasi Krisis Regenerasi Petani

“Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat bersama-sama membangun masyarakat Sintang yang religius, harmonis, dan berdaya saing,” tutur Helmi.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat membawa tantangan tersendiri bagi kehidupan sosial masyarakat. Oleh sebab itu, penguatan nilai-nilai agama dinilai menjadi fondasi penting agar masyarakat tetap memiliki pegangan dalam menghadapi perubahan.

“Arus informasi yang begitu cepat, perubahan sosial yang dinamis, serta berbagai persoalan kehidupan menuntut kita memiliki pegangan nilai-nilai agama yang kuat,” ucapnya.

Helmi juga mengajak masyarakat untuk aktif mengikuti kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, pengajian tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas antarwarga.

Ia berharap BKMT terus mengembangkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat luas, termasuk merangkul kalangan muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai keislaman.

Baca Juga: Polisi Musnahkan Arena Sabung Ayam di Dusun Sebalang, Tegaskan Perang Terhadap Praktik Perjudian

“Kegiatan keagamaan perlu mampu menjangkau generasi muda, sehingga mereka memiliki ruang pembinaan yang positif,” katanya.

Pemkab Sintang, lanjut Helmi, memandang pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas mental serta spiritual masyarakat.

“Kami percaya pembangunan daerah tidak hanya dilihat dari aspek fisik semata, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakatnya,” tukasnya. (nda)

Editor : Hanif
#majelis taklim #harmoni sosial #strategis #Nilai Keagamaan #Pemkab Sintang