Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Praka Aprianus Gugur sebagai Kusuma Bangsa, Prajurit Asal Sintang Dimakamkan Secara Militer

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 1 Mei 2026 | 14:47 WIB
Praka Aprianus, prajurit TNI asal Sintang gugur di tangan KKB di Papua.
Praka Aprianus, prajurit TNI asal Sintang gugur di tangan KKB di Papua.

 

PONTIANAK POST - Tangis pecah di rumah sederhana di Sintang, saat kabar gugurnya Praka (Anumerta) Aprianus datang tanpa aba-aba, merenggut harapan keluarga yang menunggu kepulangannya.

Kepergian prajurit TNI asal Kabupaten Sintang itu pada Kamis (30/4) bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian yang menggetarkan hati masyarakat.

Aprianus gugur saat menjalankan tugas negara di Papua pada Rabu, 29 April 2026, setelah sekitar empat bulan menjalani penugasan dari total rencana 11 bulan.

Di balik seragam loreng yang dikenakannya, ada sosok anak yang setia membantu orang tua, bahkan rela bangun subuh untuk mengantar mereka berjualan ke pasar.

Kabar duka pertama kali diterima keluarga dengan cara yang tak biasa, hanya berupa telepon yang menanyakan alamat rumah tanpa penjelasan.

“Awalnya mereka hanya meminta alamat rumah tanpa menjelaskan maksudnya. Tak lama kemudian, kami mendapat kabar dari rekan-rekannya bahwa adik kami telah meninggal dunia,” ujar kakak almarhum, Margareta.

Mendengar kabar itu, Margareta segera memanggil kedua orang tua mereka yang sedang berjualan di pasar.

“Saya langsung meminta orang tua pulang karena ada hal penting. Setelah tiba di rumah, barulah kami menyampaikan kabar duka tersebut,” katanya dengan suara tertahan.

Di mata keluarga, Aprianus dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan penuh dedikasi, tak pernah lelah membantu orang tua setiap kali pulang ke rumah.

“Dia pribadi yang sangat baik dan aktif. Setiap pulang ke rumah, dia selalu membantu orang tua,” kenang Margareta.

Perjalanan menjadi prajurit TNI pun tidak mudah baginya, karena dua kali gagal dalam seleksi sebelum akhirnya berhasil pada percobaan ketiga.

“Dia orangnya pantang menyerah. Meski sempat gagal, dia terus mencoba sampai akhirnya berhasil,” tambahnya.

Sebagai bentuk penghormatan negara, almarhum akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan.

Personel Kodim 1205/Sintang telah berkoordinasi dengan keluarga untuk menyiapkan seluruh rangkaian prosesi pemakaman.

“Karena almarhum meninggal saat menjalankan tugas negara, maka pemakaman akan dilakukan di Taman Makam Pahlawan. Seluruh tahapan prosesi, termasuk persemayaman, sedang kami siapkan,” ujar Pasi Pers Kodim 1205/Sintang, Kapten Inf Witono.

Sebelum dimakamkan, jenazah rencananya akan disemayamkan di Gereja Katedral Sintang, kemudian diberangkatkan ke lokasi pemakaman dengan prosesi militer. (nda)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Aprianus gugur Papua #prajurit TNI Sintang #pemakaman militer #kisah pengabdian TNI #duka keluarga tentara