Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mendiang Praka Aprianus, Rajin Membantu Ibunda Berjualan di Pasar

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 1 Mei 2026 | 14:55 WIB
Praka Aprianus, prajurit TNI asal Sintang gugur di tangan KKB di Papua.
Praka Aprianus, prajurit TNI asal Sintang gugur di tangan KKB di Papua.

 

PONTIANAK POST - Dari pasar sederhana tempat ia membantu orang tua sejak subuh, Aprianus berangkat mengabdi hingga akhirnya gugur di medan tugas di Papua.

Praka (Anumerta) Aprianus, prajurit TNI asal Kabupaten Sintang, meninggal dunia saat menjalankan tugas negara pada Rabu, 29 April 2026.

Di mata keluarga, ia bukan hanya prajurit, tetapi anak yang setia dan tak pernah lepas dari tanggung jawab membantu orang tua.

Setiap pulang ke rumah, Aprianus selalu turun tangan, mulai dari mengantar orang tua berjualan hingga membantu pekerjaan sehari-hari.

“Dia pribadi yang sangat baik dan aktif. Setiap pulang ke rumah, dia selalu membantu orang tua,” ujar kakaknya, Margareta.

Bahkan, sejak subuh ia kerap mengantar orang tua ke pasar sebelum menjalani aktivitasnya sendiri.

Kisah sederhana itu kini menjadi kenangan yang tak tergantikan setelah kabar duka datang secara tiba-tiba.

Keluarga pertama kali menerima informasi melalui telepon dari rekan satuannya yang hanya menanyakan alamat rumah.

“Awalnya mereka hanya meminta alamat rumah tanpa menjelaskan maksudnya. Tak lama kemudian, kami mendapat kabar adik kami telah meninggal dunia,” kata Margareta.

Ia kemudian memanggil kedua orang tua mereka yang sedang berjualan di pasar untuk segera pulang.

“Saya langsung meminta orang tua pulang karena ada hal penting. Setelah tiba di rumah, barulah kami menyampaikan kabar duka tersebut,” ujarnya.

Aprianus merupakan anggota Batalyon Infanteri 611/Awang Long yang bertugas di Kalimantan Timur.

Ia gugur setelah sekitar empat bulan menjalani penugasan dari total rencana 11 bulan di Papua.

Perjalanan hidupnya juga diwarnai kegigihan, karena sempat dua kali gagal dalam seleksi sebelum akhirnya berhasil menjadi prajurit TNI.

“Dia orangnya pantang menyerah. Meski sempat gagal, dia terus mencoba sampai akhirnya berhasil,” tambah Margareta.

Sebagai bentuk penghormatan negara, almarhum akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan.

Personel Kodim 1205/Sintang telah mendatangi rumah duka untuk berkoordinasi dengan keluarga terkait rangkaian prosesi.

“Karena almarhum meninggal saat menjalankan tugas negara, maka pemakaman akan dilakukan di Taman Makam Pahlawan. Seluruh tahapan prosesi, termasuk persemayaman, sedang kami siapkan,” ujar Pasi Pers Kodim 1205/Sintang, Kapten Inf Witono.

Jenazah rencananya akan disemayamkan di Gereja Katedral Sintang sebelum diberangkatkan ke lokasi pemakaman secara militer. (nda)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Aprianus gugur Papua #pemakaman militer #prajurit Sintang #bantu orang tua #kisah TNI