Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pulang dalam Bendera Merah Putih, Praka Aprianus Dimakamkan dengan Kehormatan Militer

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 3 Mei 2026 | 22:38 WIB
Praka (Anumerta) Aprianus dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi, Sintang, Sabtu (2/5/2026), setelah gugur dalam tugas negara di Papua.
Praka (Anumerta) Aprianus dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi, Sintang, Sabtu (2/5/2026), setelah gugur dalam tugas negara di Papua.

 

PONTIANAK POST — Isak tangis keluarga pecah di antara derap langkah prajurit saat jenazah Praka (Anumerta) Aprianus diturunkan ke liang lahat di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi, Sintang pada Sabtu (2/5/2026) sore. 

Upacara pemakaman militer menjadi penghormatan terakhir bagi prajurit yang gugur dalam tugas negara di Papua.

Upacara dipimpin langsung Komandan Kodim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono. Dentuman salvo dan sikap hormat para prajurit mengiringi kepergian Aprianus menuju peristirahatan terakhir.

Aprianus, prajurit Yonif 611/Awl, gugur dalam kontak tembak dengan kelompok OPM pada Rabu, 29 April 2026. Saat itu, ia baru sekitar empat bulan menjalani penugasan dari total rencana 11 bulan.

Sebelum dimakamkan, jenazah sempat disemayamkan dan melalui prosesi keagamaan di Gereja Katedral Sintang.

Seluruh rangkaian pemakaman dilaksanakan secara militer sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengorbanannya.

Upacara turut dihadiri Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Rangkaian prosesi diawali dengan pembacaan riwayat hidup almarhum, dilanjutkan apel persada, hingga penurunan jenazah ke liang lahat.

Prosesi keagamaan secara Katolik mengiringi pemakaman, sebelum penimbunan dilakukan secara simbolis oleh inspektur upacara bersama Bupati Sintang.

Dalam amanatnya, Letkol Arm Anggit Wijaksono menyebut Aprianus sebagai prajurit yang menunjukkan dedikasi dan keberanian tinggi.

“Almarhum adalah prajurit terbaik yang telah mengabdikan jiwa dan raganya demi bangsa. Pengorbanannya menjadi kehormatan bagi TNI,” ujarnya.

Di balik upacara yang khidmat, keluarga menyimpan kisah perjuangan yang tak mudah. Margareta, kakak almarhum, mengungkapkan kabar duka diterima secara tiba-tiba melalui telepon dari rekan satuan.

“Awalnya hanya menanyakan alamat rumah. Tidak lama kemudian, kami mendapat kabar bahwa adik kami telah meninggal dunia,” tuturnya dengan suara bergetar.

Aprianus dikenal sebagai anak yang pekerja keras dan penuh tanggung jawab. Ia kerap membantu orang tua, bahkan mengantar mereka ke pasar sejak pagi.

Perjalanannya menjadi prajurit TNI pun tidak instan. Ia sempat dua kali gagal dalam seleksi, namun tidak pernah menyerah hingga akhirnya lulus pada percobaan ketiga.

“Dia pantang menyerah. Itu yang kami banggakan,” kenang keluarganya.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, turut menyampaikan belasungkawa dan apresiasi atas pengabdian almarhum.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, kami menyampaikan duka cita mendalam. Semoga keluarga diberikan kekuatan,” ujarnya.

Aprianus merupakan putra kelahiran Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, dari pasangan Benyamin dan Agnes. Ia dimakamkan berdampingan dengan makam Kabiet Rundjan bersama puluhan pahlawan lainnya.

Kepergiannya menjadi pengingat bahwa di balik kehidupan yang tenang, ada pengorbanan besar dari para prajurit di garis depan. Aprianus mungkin telah gugur, namun kisahnya akan tetap hidup—tentang seorang anak daerah yang berjuang, bertahan, dan pulang sebagai pahlawan. (nda)



Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#praka aprianus #militer #sintang #pemakaman #papua