PONTIANAK POST - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyebut kondisi infrastruktur saat ini jauh lebih maju dibanding sebelumnya. Pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan Kabupaten Sintang menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Akses jalan yang semakin baik dan jaringan listrik yang mulai menjangkau desa-desa menjadi indikator perubahan yang mulai dirasakan masyarakat.
“Pembangunan sudah jauh lebih baik, jalan sudah banyak yang diaspal, listrik negara juga sudah masuk. Kawasan perbatasan mulai menunjukkan tanda kemajuan,” ujar Kartiyus, Senin (3/5).
Menurut Kartiyus, percepatan pembangunan tidak lepas dari dukungan masyarakat, termasuk dalam penyediaan lahan untuk proyek strategis. Ia mencontohkan pembangunan jalan paralel perbatasan yang turut melibatkan partisipasi warga.
“Ada 125 rumah yang direlokasi untuk mendukung pembangunan jalan. Itu bentuk kontribusi nyata masyarakat terhadap kemajuan wilayah,” katanya.
Baca Juga: Pendidikan di Sintang Diperkuat, Kartiyus Dorong Peran Guru dan Metode Pembelajaran Mendalam
Meski demikian, ia menilai masih banyak aspek yang perlu diperkuat, terutama kesiapan data di tingkat desa. Pemerintah desa diminta proaktif menyiapkan berbagai data penting guna mendukung program pembangunan yang bisa datang sewaktu-waktu.
“Data rumah tidak layak huni harus selalu diperbarui agar bisa segera ditindaklanjuti. Begitu juga data lahan sawah dan potensi desa lainnya,” jelasnya.
Selain infrastruktur dasar, pengembangan potensi ekonomi desa juga menjadi perhatian. Kartiyus menekankan pentingnya menggali sumber pendapatan masyarakat berbasis potensi lokal. “Desa harus mampu mengembangkan potensi yang ada agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan,” ungkap Kartiyus.
Ia juga menyoroti kebutuhan peningkatan jaringan listrik di wilayah perbatasan yang masih belum merata. Menurutnya, dukungan pemerintah provinsi dan pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemerataan tersebut.
“Penambahan jaringan listrik desa harus terus dilakukan agar tidak ada lagi wilayah yang tertinggal,” katanya.
Baca Juga: Workshop Pantun Melayu Dorong Anak Muda Kapuas Hulu Lestarikan Identitas Budaya Daerah
Di sisi lain, pembangunan jalan paralel perbatasan dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas dan daya saing kawasan. Kartiyus membandingkan kondisi infrastruktur di wilayah negara tetangga yang sudah lebih maju.
“Di sisi Malaysia, jalan sudah dibangun hingga delapan jalur. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita untuk terus mengejar ketertinggalan,” tukasnya. (nda)
Editor : Hanif