PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang menetapkan tema “Sintang Kota Bersama” untuk peringatan Hari Jadi Kota Sintang ke-664 Tahun 2026. Tema tersebut disertai peluncuran logo resmi yang merepresentasikan keberagaman etnis, kekayaan budaya, dan arah pembangunan daerah.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Supriyanto, menjelaskan bahwa slogan “Bersama” merupakan singkatan dari Bersatu, Asri, dan Maju. Menurutnya, tema itu dipilih untuk menegaskan identitas Sintang sebagai kota yang dibangun di atas keberagaman masyarakat.
“Sintang adalah milik semua golongan, tempat di mana perbedaan dirayakan sebagai kekuatan. Bersatu merupakan komitmen pada persatuan dalam keberagaman, sedangkan asri bermakna menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Supriyanto, Jumat (8/5).
Ia menambahkan, kata “Maju” mencerminkan visi pembangunan Kota Sintang yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Pelepasan 33 CJH Sintang Berlangsung Khidmat, Wabup Tekankan Kekompakan dan Kesabaran
Selain tema, pemerintah daerah juga memperkenalkan makna visual dalam logo Hari Jadi ke-664. Angka enam pertama berwarna merah dengan aksen lampion dan pola geometris yang melambangkan kontribusi etnis Tionghoa dalam sejarah perdagangan dan kehidupan sosial di Sintang.
“Angka enam kedua berwarna kuning dan membentuk siluet burung enggang sebagai simbol etnis Dayak. Enggang melambangkan kesetiaan, keagungan, dan kearifan lokal,” kata Supriyanto.
Sementara angka empat berwarna hijau dengan motif Melayu yang menggambarkan kekayaan alam serta semangat keberlanjutan lingkungan. Tulisan “Sintang” berwarna biru juga dikaitkan dengan karakter kota sungai, merujuk pada pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi.
Di sisi lain, rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Sintang tahun ini juga akan diisi dengan Pameran Ekonomi Kreatif dan Kuliner yang ditutup penampilan grup band Bagindas pada 16 Mei 2026.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Hendrika, menyebut pemilihan Bagindas dilakukan setelah mempertimbangkan aspirasi masyarakat.
Baca Juga: Polres Ketapang Tertibkan 829 Knalpot Brong Selama Empat Bulan Operasi Penindakan
“Bagindas dipilih karena memiliki basis penggemar yang kuat dan musik yang merakyat sehingga mampu menyatukan semua generasi,” jelas Hendrika.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Edy Harmaeni, mengingatkan potensi kemacetan pada malam penutupan pameran.
Ia meminta Polres Sintang, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP melakukan rekayasa lalu lintas agar kepadatan kendaraan dapat dikendalikan.
“Kalaupun terjadi kemacetan, jangan sampai berlangsung lama dan parah. Masyarakat juga diimbau tertib dan mengikuti arahan petugas,” tukasnya. (nda)
Editor : Hanif