Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wabup Sintang Sebut Perempuan Dayak Bagian Penting Perjalanan Masyarakat

Riska Nanda Kumala Sari • Rabu, 13 Mei 2026 | 12:14 WIB
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny menyebut perempuan Dayak memiliki kontribusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny menyebut perempuan Dayak memiliki kontribusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan.

PONTIANAK POST - Perempuan Dayak dinilai memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial yang dihadapi Kabupaten Sintang. Peran tersebut tidak hanya terlihat dalam kehidupan adat dan ekonomi, tetapi juga dalam upaya melindungi generasi muda dari ancaman Narkoba dan pergaulan bebas.

Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menegaskan perempuan Dayak selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat di Bumi Senentang. Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga menjadi penjaga nilai budaya dan perekat sosial.

“Sejak dulu perempuan Dayak adalah penjaga lumbung, pendidik pertama dalam keluarga, penenun peradaban dan penjaga nilai adat,” ujar Ronny, Selasa (12/5).

Ia menyebut perempuan Dayak memiliki kontribusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari bekerja di ladang, mendidik anak di rumah hingga menjaga keharmonisan sosial di lingkungan masyarakat.

Baca Juga: Sekda Sintang Minta Desa Perbatasan Siapkan Data Pembangunan untuk Percepat Bantuan Pemerintah Pusat

“Di ladang mereka bekerja, di rumah mereka mendidik, di masyarakat mereka merajut kerukunan,” tuturnya.

Ronny juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah. Menurutnya, warisan budaya seperti tenun ikat Sintang, kerajinan manik-manik, tarian tradisional, bahasa hingga nilai luhur Dayak harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.

“Jangan sampai budaya kita punah di tangan generasi sekarang. Ajarkan kepada anak cucu dan jadikan budaya sebagai kebanggaan,” tegasnya.

Selain pelestarian budaya, perempuan juga dinilai memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi keluarga. Banyak perempuan Dayak, kata dia, saat ini aktif sebagai pelaku usaha mikro, penenun, perajin, petani maupun pedagang yang menopang kebutuhan rumah tangga.

“Kami tahu banyak perempuan di Sintang adalah pelaku UMKM tangguh. Mereka harus terus diberdayakan agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ucap Ronny.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Gawe Dayak Naik Dango Singkawang 2026: Ritual, Karnaval, Hingga Konser

Di sisi lain, ia menyoroti ancaman Narkoba yang disebut semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Sintang. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Sintang tahun 2025, sekitar 30 persen pengguna yang menjalani rehabilitasi berada pada rentang usia 15 hingga 25 tahun.

“Narkoba sudah masuk ke kampung dan sekolah. Ini musuh bersama. Setiap rumah harus menjadi benteng pertama,” katanya.

Ronny mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga, khususnya ibu, dalam mengenali perubahan perilaku anak dan membangun komunikasi yang baik. 

"Perempuan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga moral generasi muda sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sintang," tukasnya. (nda)

Editor : Hanif
#generasi muda #Perempuan Dayak #keluarga #budaya #wabup Sintang