PONTIANAK POST - Posisi geografis yang strategis dinilai menjadi modal besar bagi perkembangan Kota Sintang di masa depan. Pemerintah Kabupaten Sintang meyakini kota yang telah berusia lebih dari enam abad itu memiliki peluang tumbuh lebih pesat sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan peradaban masyarakat di wilayah timur Kalimantan Barat.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan keyakinan tersebut saat peringatan Hari Jadi Kota Sintang ke-664 tahun 2026. Menurutnya, perkembangan Kota Sintang tidak hanya ditopang letak wilayah yang strategis, tetapi juga oleh keberagaman sosial dan budaya yang terus berkembang.
“Kota Sintang bukan hanya letaknya yang strategis, tetapi juga memiliki daya pikat yang luar biasa bagi peradaban kehidupan masyarakat yang sangat beragam,” ujar Bala, Rabu (13/5).
Ia menilai kemajuan tersebut terlihat dari berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial politik, hingga adat dan budaya yang terus mengalami perkembangan.
Baca Juga: BPJN Kalbar Siapkan Desain Penataan Kawasan Tugu Jam Sintang untuk Urai Kemacetan
“Hal ini terlihat dalam setiap sektor kehidupan kemasyarakatan, baik ekonomi, sosial politik, adat dan budaya berkembang sangat pesat hingga saat ini,” ungkap Bala.
Dalam refleksi perjalanan Kota Sintang, Bala menjelaskan bahwa usia kota yang kini mencapai 664 tahun menjadi penanda panjangnya sejarah pemerintahan dan dinamika masyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad. Kota Sintang disebut telah menjadi pusat pemerintahan sejak masa Kesultanan Sintang berpindah dari Sepauk ke wilayah Kota Sintang sekitar 10 Mei 1362 Masehi.
“Penetapan hari jadi Kota Sintang diambil dari momentum sejarah perpindahan pusat pemerintahan Kesultanan Sintang dari Sepauk menuju Kota Sintang yang diperkirakan terjadi pada tanggal 10 Mei 1362 masehi,” ceritanya.
Menurut Bala, keberadaan Kota Sintang merupakan hasil proses sejarah panjang yang dibangun dari perkembangan wilayah, masyarakat, hingga sistem pemerintahan yang menyesuaikan kondisi pada zamannya.
“Keberadaan Kota Sintang merupakan suatu proses sejarah yang panjang, dimulai dari adanya suatu wilayah, rakyat dan pemerintahan yang telah memiliki struktur dan sistem pemerintahan sesuai dengan kondisi zamannya,” terang Bala.
Memasuki usia ke-664 tahun, Sintang dinilai terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Bala optimistis, dengan posisi strategis dan kekuatan keberagaman masyarakat, Kota Sintang akan semakin berkembang sebagai pusat aktivitas dan peradaban di kawasan pedalaman Kalimantan Barat. (nda)
Editor : Hanif