PONTIANAK POST — Banjir meluas ke puluhan desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, setelah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, sedikitnya 35 desa di tiga kecamatan terdampak genangan air.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Kelam Permai.
Kayan Hilir Jadi Wilayah Terdampak Terbanyak
Dari total wilayah terdampak, Kecamatan Kayan Hilir menjadi yang paling banyak terdampak dengan 20 desa.
Disusul Kecamatan Kayan Hulu sebanyak 14 desa, sementara satu desa lainnya berada di Kecamatan Kelam Permai.
BPBD menyebut data tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan di lapangan masih terus dilakukan.
BPBD: Kondisi Masih Dinamis di Lapangan
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Benyamin, mengatakan situasi banjir masih berkembang dan berpotensi berubah.
“Untuk sementara ada sekitar 35 desa yang terdampak banjir di tiga kecamatan, yaitu Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Kelam Permai,” ujarnya, Minggu (17/5).
Menurutnya, petugas masih terus memantau kondisi di lapangan untuk memperbarui data wilayah terdampak.
Dua Desa Alami Dampak Paling Parah
Benyamin menyebut kondisi paling berat terjadi di Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Hilir.
Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami genangan cukup tinggi hingga mengganggu aktivitas warga.
Dua desa yang terdampak cukup signifikan adalah Desa Nanga Laar di Kecamatan Kayan Hulu dan Desa Pakak di Kecamatan Kayan Hilir.
Aktivitas Warga Terganggu
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada aktivitas harian masyarakat.
Sejumlah akses jalan tidak dapat dilalui karena tergenang air, sementara warga mulai mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih aman.
Kondisi ini menyebabkan mobilitas warga di beberapa titik terhambat.
BPBD Imbau Warga Tetap Waspada
BPBD Kabupaten Sintang terus melakukan pemantauan dan pembaruan data di seluruh wilayah terdampak.
Masyarakat di bantaran sungai dan wilayah dataran rendah diminta meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih berpotensi tinggi.
“Masyarakat di daerah rawan banjir diharapkan tetap siaga karena potensi peningkatan debit air masih dapat terjadi,” kata Benyamin. (nda)
Banjir Sintang, Minggu 17 Mei 2026
| Kategori | Data |
|---|---|
| Lokasi Kejadian | Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat |
| Penyebab | Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir |
| Dampak Utama | Luapan sungai dan genangan di permukiman warga |
| Jumlah Desa Terdampak | 35 desa |
| Jumlah Kecamatan Terdampak | 3 kecamatan |
| Kecamatan Terdampak | Kayan Hulu, Kayan Hilir, Kelam Permai |
| Kecamatan Terdampak Terbanyak | Kayan Hilir (20 desa) |
| Kayan Hulu | 14 desa terdampak |
| Kelam Permai | 1 desa terdampak |
| Lokasi Terdampak Terparah | Desa Nanga Laar (Kayan Hulu), Desa Pakak (Kayan Hilir) |
| Dampak ke Warga | Rumah terendam, akses jalan terganggu, aktivitas warga terhambat |
| Status Data | Masih sementara (pendataan BPBD berlanjut) |
| Instansi Terkait | BPBD Kabupaten Sintang |
| Imbauan | Warga diminta waspada potensi kenaikan debit air |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro