PONTIANAK POST - Kondisi banjir di Kecamatan Kayan Hulu dan dua kecamatan sekitarnya di Kabupaten Sintang diperkirakan semakin meluas seiring meningkatnya debit air Sungai Kayan dalam beberapa hari terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang mencatat adanya potensi penambahan desa terdampak menyusul naiknya permukaan air sungai yang kini mulai memasuki sejumlah kawasan permukiman masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Benyamin, mengatakan perkembangan situasi banjir terus dipantau karena kondisi di lapangan masih dinamis.
Baca Juga: DPRD Pontianak Desak Pemkot Segera Siapkan Blueprint Penanganan Banjir Jangka Panjang
Jika sebelumnya kenaikan debit air lebih dominan terjadi di wilayah Sungai Tebidah, kini Sungai Kayan juga menunjukkan peningkatan signifikan yang berpotensi memperluas dampak banjir.
“Update kondisi di Kayan Hulu dan dua kecamatan sekitarnya, air semakin naik karena hari ini Sungai Kayan mengalami peningkatan debit. Kemarin yang naik lebih dulu Sungai Tebidah,” kata Benyamin, Senin (18/5).
Menurut Benyamin, peningkatan debit air di Sungai Kayan menjadi perhatian serius karena aliran sungai tersebut melintasi sejumlah desa yang rawan terdampak ketika curah hujan tinggi terjadi dalam waktu cukup lama. Dengan kondisi air yang terus bertambah, BPBD memperkirakan jumlah desa terdampak banjir akan mengalami peningkatan dibanding data sebelumnya.
“Desa yang terdampak kemungkinan akan bertambah karena kondisi air masih terus bergerak naik,” ungkapnya.
Baca Juga: Banjir Sintang Kian Parah, 35 Desa di Tiga Kecamatan Terdampak
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sintang saat ini dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan hulu sungai selama beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas tampung sungai tidak mampu menahan debit air sehingga meluap ke kawasan permukiman, akses jalan, serta lahan pertanian masyarakat.
Selain menghambat aktivitas warga, banjir juga mulai memunculkan kekhawatiran terhadap potensi terisolasinya sejumlah desa apabila akses transportasi darat semakin sulit dilalui.
Masyarakat di wilayah bantaran sungai disebut mulai melakukan langkah antisipasi dengan mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi.
BPBD Kabupaten Sintang terus melakukan pemantauan lapangan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun desa untuk memastikan perkembangan situasi. Benyamin mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rendah dan dekat aliran sungai.
“Kami minta warga tetap siaga karena kondisi air masih berpotensi meningkat jika hujan kembali turun di wilayah hulu,” pungkasnya. (nda)
Editor : Miftahul Khair