Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

KORMI Sintang Targetkan 25 Inorga Hingga 2031, Olahraga Tradisional Jadi Prioritas

Riska Nanda Kumala Sari • Selasa, 2 Juni 2026 | 15:55 WIB
Ketua KORMI Kabupaten Sintang Yohanes Rumpak menargetkan peningkatan jumlah induk organisasi olahraga. (ISTIMEWA)
Ketua KORMI Kabupaten Sintang Yohanes Rumpak menargetkan peningkatan jumlah induk organisasi olahraga. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Kepengurusan pertama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sintang langsung memasang target ambisius. Ketua KORMI Kabupaten Sintang Yohanes Rumpak menyatakan hingga 2031, organisasi ini menargetkan peningkatan jumlah induk organisasi olahraga (Inorga) dari tujuh menjadi 25 cabang, sekaligus memperkuat pembinaan olahraga tradisional yang tumbuh di tengah masyarakat.

"Keberadaan KORMI di Sintang merupakan sejarah baru karena organisasi tersebut baru pertama kali terbentuk di daerah itu," ujar Yohanes, Senin (1/6).

Yohanes menuturkan, fokus awal kepengurusan adalah memperluas keanggotaan dan memperkuat peran olahraga masyarakat sebagai sarana meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan kebersamaan warga.

“Saat ini baru tujuh cabang yang bergabung di KORMI Sintang. Tujuh cabang ini merupakan pendiri KORMI Sintang. Target saya ke depan ada 25 cabang yang bisa bergabung sehingga setara dengan jumlah cabang yang ada di KORMI Provinsi Kalbar,” kata Yohanes.

Baca Juga: Sebanyak 4.500 Pekerja Sawit di Sintang Kini Mendapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Ia menjelaskan, pengembangan organisasi tidak semata-mata berorientasi pada prestasi olahraga. KORMI ingin mendorong semakin banyak komunitas olahraga masyarakat terorganisir dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Kemajuan olahraga di Kabupaten Sintang menjadi tanggung jawab bersama. Kita tidak sekadar mengejar prestasi, tetapi bagaimana Inorga semakin banyak dan mampu berkontribusi,” tuturnya.

Salah satu fokus yang akan mendapat perhatian khusus adalah pengembangan olahraga tradisional. Yohanes menilai sejumlah olahraga yang telah lama hidup di tengah masyarakat memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui wadah organisasi yang lebih terstruktur.

Ia menyebut cabang olahraga seperti pangkak gasing, panahan tradisional, sumpit, dan sejumlah permainan rakyat lainnya layak dibina dan diakomodasi dalam KORMI.

“Saya menargetkan cabang olahraga tradisional yang selama ini berkembang di tengah masyarakat bisa dibentuk dan bergabung di KORMI Sintang. Dengan begitu olahraga tradisional bisa berkembang dan semakin terorganisir dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Kapuas Hulu Hadiri Gawai Dayak Makai Taon, Tekankan Nilai Kekeluargaan Warga

Selain penguatan organisasi, KORMI Sintang juga berupaya membangun kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

"Sinergi ini sangat penting untuk memperluas pembinaan olahraga masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga melalui aktivitas olahraga yang berkelanjutan," tutupnya. (nda)

Editor : Hanif
#KORMI Sintang #Kalbar 2022 #INORGA #olahraga tradisional