PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 dengan upacara bendera di Halaman Kantor Bupati Sintang, Senin (1/6). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi persatuan bangsa sekaligus pedoman menghadapi berbagai tantangan global.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menuturkan peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan sarana refleksi untuk memastikan nilai-nilai dasar bangsa tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga memiliki nilai universal yang dapat menjadi kontribusi bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia.
“Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Bala saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.
Baca Juga: KORMI Sintang Targetkan 25 Inorga Hingga 2031, Olahraga Tradisional Jadi Prioritas
Menurutnya, di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia mampu menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan. Dengan ribuan pulau serta ratusan kelompok etnis yang hidup berdampingan, Indonesia dinilai menjadi contoh nyata persatuan dalam perbedaan.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Pancasila menjadi jangkar moral kita dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik global,” ungkap Bala.
Ia menegaskan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan karakter bangsa. Tanpa landasan tersebut, pembangunan berisiko kehilangan arah dan tujuan.
Karena itu, generasi muda diajak untuk tidak memandang Pancasila sebatas simbol atau materi pelajaran, melainkan sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegas Bala.
Baca Juga: Sebanyak 4.500 Pekerja Sawit di Sintang Kini Mendapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta terus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan toleransi yang menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif