Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sintang Masuk Prioritas Program IDAMAN BPOM, Potensi Jamu Lokal Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi

Riska Nanda Kumala Sari • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:07 WIB
Ilustrasi Jamu.(ILUSTRASI AI)
Ilustrasi Jamu.(ILUSTRASI AI)

PONTIANAK POST - Kabupaten Sintang menjadi satu diantara daerah yang masuk dalam target prioritas pelaksanaan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang diinisiasi Balai Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Program tersebut dinilai membuka peluang bagi pengembangan potensi jamu dan obat tradisional berbasis sumber daya lokal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Helmi, mengatakan Program IDAMAN tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan mutu produk jamu, tetapi juga memberikan ruang bagi daerah untuk mengembangkan potensi ekonomi yang bersumber dari kearifan lokal.

“Program ini menjadi peluang bagi daerah untuk mengembangkan potensi tanaman obat dan produk jamu tradisional yang selama ini sudah dikenal masyarakat. Tentu yang paling penting adalah bagaimana produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan mutu,” ujar Helmi, Selasa (9/6).

Baca Juga: Kodim Sintang Pantau Langsung KDKMP dan Rencana Jembatan Tempunak, Ini Dampaknya bagi Warga Desa

Menurutnya, penetapan Sintang sebagai satu diantara daerah prioritas menunjukkan adanya perhatian pemerintah pusat terhadap potensi yang dimiliki daerah. Melalui program tersebut, pelaku usaha diharapkan memperoleh pendampingan dan peningkatan kapasitas sehingga mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki daya saing.

Helmi menilai pengembangan jamu memiliki prospek yang cukup baik karena selain menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia, juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jika dikelola dengan baik, sektor ini dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Apalagi Sintang memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat mendukung pengembangan bahan baku obat tradisional,” katanya.

Baca Juga: Hadiri HUT GKII Bethel, Bupati Sintang Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Hindari Fanatisme

Selain mendorong pengembangan usaha, Program IDAMAN juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan jamu yang aman. Edukasi tersebut dinilai penting agar masyarakat semakin memahami manfaat produk yang telah memenuhi standar keamanan dan kualitas.

Helmi menambahkan keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat. Sinergi yang baik akan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem jamu yang sehat dan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah tentu mendukung program ini karena sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas produk lokal dan memperkuat ekonomi masyarakat. Harapannya, manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah,” tuturnya.

Melalui Program IDAMAN, Sintang diharapkan tidak hanya mampu memperkuat pelestarian jamu sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadikan sektor tersebut sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan. (nda)

Editor : Miftakhair
#IDAMAN #sintang #bpom ri #jamu