PONTIANAK POST- Pemerintah Kabupaten Sintang mengingatkan seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) untuk tidak lengah meski kondisi cuaca saat ini masih didominasi hujan. Kesiapsiagaan dinilai harus dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi potensi kebakaran saat musim kemarau tiba.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, saat membuka Rapat Koordinasi Satgas Karhutla Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis (11/6). Menurut Bala, upaya pencegahan Karhutla bukan sekadar menjalankan instruksi pemerintah, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan aset daerah.
“Di sana ada aset dari perkebunan dan hutan yang perlu kita lindungi. Jadi kita lebih memikirkan tanggung jawab terhadap keberlangsungan alam ini ketimbang hanya menjalankan perintah,” ujar Bala.
Baca Juga: Begini Kondisi Terkini Padang 12 di Ketapang yang Legendaris
Ia meminta seluruh pihak melakukan evaluasi dan analisis terhadap data lapangan, termasuk pemantauan titik panas (hotspot), kondisi cuaca, serta tingkat kerawanan wilayah berdasarkan data dari BMKG. Evaluasi terhadap penanganan Karhutla pada tahun-tahun sebelumnya juga dianggap penting agar langkah yang diambil lebih efektif dan tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat.
Bala menekankan bahwa strategi pencegahan harus menjadi fokus utama. Langkah tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pengawasan pembukaan lahan untuk pertanian maupun perkebunan, hingga penguatan deteksi dini kebakaran.
“Buatkan strategi pencegahan dan mitigasi. Sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kebakaran hutan dan lahan harus terus dilakukan,” ungkapnya.
Baca Juga: Begini Kondisi Terkini Padang 12 di Ketapang yang Legendaris
Selain itu, ia meminta perhatian terhadap pengelolaan sumber daya pendukung seperti embung, sekat kanal, manajemen air, dan patroli terpadu di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
Dalam rakor tersebut, Bala juga mengingatkan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran baik di perusahaan maupun desa. Ketersediaan alat pemadam, menara pemantau api, embung serta posko siaga harus dipastikan dalam kondisi layak digunakan.
“Kita tidak boleh menunggu kemarau baru sibuk melakukan persiapan. Kita harus selalu siap, personelnya, sarana prasarananya dan terus melakukan sosialisasi,” tutupnya. (nda)
Editor : Miftakhair