Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Mahasiswa Sintang Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Layanan Kesehatan Pedalaman

Riska Nanda Kumala Sari • Senin, 15 Juni 2026 | 17:33 WIB
Sejumlah mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Sintang menyampaikan sejumlah aspirasi. (ISTIMEWA)
Sejumlah mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Sintang menyampaikan sejumlah aspirasi. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST Ketimpangan pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan di wilayah pedalaman menjadi perhatian utama dalam dialog antara Aliansi Mahasiswa Senentang dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Sintang dengan Pemerintah Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Jumat (12/6).

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Sintang menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pemerataan layanan dasar. Mereka menilai akses pendidikan dan kesehatan di sejumlah daerah terpencil masih belum dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Selain meminta ruang dialog yang lebih terbuka antara mahasiswa dan pemerintah daerah, mereka juga menyoroti evaluasi sistem zonasi penerimaan siswa baru, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemerataan tenaga kesehatan, peningkatan fasilitas pendidikan, serta kesejahteraan guru.

Mahasiswa juga meminta adanya tindak lanjut nyata dalam kurun waktu 60 hari terhadap salah satu tuntutan yang disampaikan. Berbagai aspirasi tersebut dijawab langsung oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir dalam dialog.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalbar Fasilitasi Harmonisasi Raperbup Bengkayang tentang Hiburan dan Keramaian

Menanggapi aspirasi mahasiswa, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyatakan seluruh tuntutan yang disampaikan merupakan persoalan penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan penyelesaiannya tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

“Saya ingin jujur, tidak mampu melaksanakan tuntutan mahasiswa dalam waktu 60 hari. Saya tidak mau berbohong karena ingin menyenangkan mahasiswa lalu saya katakan bisa. Memenuhi tuntutan ini perlu perencanaan dan penganggaran sehingga memerlukan proses,” kata Bala.

Menurutnya, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan utama dalam mempercepat pembangunan dan peningkatan layanan publik di Kabupaten Sintang.

“Perlu diketahui, sekarang fiskal sangat kurang, sehingga kami harus berkomunikasi ke pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Kalbar. Kami memperjuangkan pembiayaan pembangunan di Sintang ke kementerian,” ujarnya.

Bala menjelaskan sejumlah program pembangunan sekolah dan infrastruktur jalan saat ini telah memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus menjalankan pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

Baca Juga: Kalbar Berpeluang Jadi Tuan Rumah Gathering ULD Nasional hingga Internasional

Ia juga membuka peluang komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa agar berbagai persoalan pembangunan dapat didiskusikan secara berkelanjutan.

“Pemkab Sintang juga memerlukan dukungan dari mahasiswa dalam memajukan daerah ini. Saya juga mempersilakan kepala OPD untuk selalu berkomunikasi dengan mahasiswa,” katanya.

Dialog tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi yang menempatkan isu pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan sebagai salah satu fokus pembangunan Kabupaten Sintang ke depan. (nda)

 

Editor : Hanif
#layanan kesehatan #pendidikan #wilayah pedalaman #Mahasiswa Sintang