PONTIANAK POST - Maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit serta peredaran bibit dan pupuk palsu masih menjadi persoalan yang dihadapi petani sawit di Kalimantan Barat. Kondisi ini dinilai dapat menghambat peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani apabila tidak ditangani secara bersama-sama.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menilai penguatan kerja sama antarpetani menjadi satu diantara langkah penting untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Menurutnya, petani perlu membangun jaringan komunikasi yang kuat untuk saling berbagi informasi terkait teknik budidaya, penggunaan pupuk, hingga pemilihan bibit yang berkualitas.
“Kita semua harus sepakat untuk menekan pencurian sawit dan pemalsuan bibit maupun pupuk. Bahkan kalau bisa tidak ada lagi kasus pencurian dan pemalsuan,” ujar Bala, Kamis (18/6).
Baca Juga: Antisipasi Karhutla di Perbatasan, Batalyon TP 927/UK dan BPBD Kapuas Hulu Gelar Latihan Gabungan
Bala mengungkapkan bahwa masih banyak petani yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai budidaya sawit yang baik. Akibatnya, sebagian petani masih rentan menjadi korban penjualan bibit dan pupuk yang tidak sesuai standar.
Menurutnya, pertukaran pengalaman dan pengetahuan antarpetani dapat membantu meningkatkan kapasitas pelaku usaha perkebunan rakyat. Petani yang telah berhasil mengelola kebun secara produktif diharapkan dapat berbagi pengalaman kepada petani yang baru memulai usaha atau masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Bala juga berharap pengetahuan yang diperoleh dalam berbagai forum dan pertemuan petani dapat diteruskan kepada petani lainnya. Dengan semakin banyak petani yang memahami teknik budidaya yang benar serta mampu mengenali produk palsu, produktivitas perkebunan rakyat diharapkan meningkat dan kerugian akibat praktik kecurangan maupun pencurian dapat ditekan. (nda)
Editor : Miftakhair