PONTIANAK POST- Pengembangan bakat siswa di bidang olahraga, seni, dan sastra terus menjadi perhatian dunia pendidikan di Kabupaten Sintang. Melalui Ajang Talenta Tahun 2026, ratusan pelajar dari berbagai kecamatan diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan kreativitas dan karakter.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga mendorong terbentuknya pola hidup sehat, jiwa sportivitas, serta apresiasi terhadap seni dan budaya.
“Kita juga ingin membudayakan murid hidup sehat, aktif, dan gemar olahraga, sekaligus mengembangkan potensi, kreativitas, dan apresiasi seni,” ujar Herkulanus Roni.
Baca Juga: Kurangi Volume TPA, DLH Sintang Edukasi Masyarakat Pilah Sampah Rumah Tangga Jadi 4 Kategori
Pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), cabang atletik tingkat SD/MI diikuti peserta dari delapan kecamatan, sedangkan tingkat SMP/MTs diikuti sembilan kecamatan. Cabang renang tingkat SD/MI diikuti lima kecamatan dan tingkat SMP/MTs delapan kecamatan.
Untuk cabang bulutangkis, tingkat SD/MI diikuti sembilan kecamatan dan tingkat SMP/MTs delapan kecamatan. Sementara cabang pencak silat diikuti enam kecamatan pada tingkat SD/MI dan delapan kecamatan pada tingkat SMP/MTs.
Di bidang seni dan sastra, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) juga mendapat antusiasme tinggi. Tingkat SD/MI mempertandingkan lomba gambar bercerita, menyanyi solo, kriya, mendongeng, menulis cerita, pantomim, dan tari yang diikuti delapan kecamatan.
Baca Juga: Bupati Sintang Ajak Petani Sawit Perkuat Kerja Sama Hadapi Pencurian TBS dan Produk Palsu
Sementara tingkat SMP/MTs mempertandingkan cabang ilustrasi, menyanyi solo, pantomim, mendongeng, dan tari dengan peserta yang juga berasal dari delapan kecamatan.
Roni menilai kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang unggul. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh peserta selama kompetisi jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengejar kemenangan.
Ia menambahkan, pengembangan talenta di bidang olahraga dan seni merupakan bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya saing. Karena itu, kegiatan serupa perlu terus didukung dan diperluas agar semakin banyak siswa memiliki kesempatan mengembangkan potensinya. (nda)
Editor : Miftakhair