PONTIANAK POST – Liburan akhir pekan yang semula diisi dengan berenang bersama berubah menjadi tragedi bagi Tegar dan teman-temannya. MRW (17), pelajar kelas XI sebuah sekolah kejuruan di Sintang, dilaporkan tenggelam di Danau Biru, Jalan MT Haryono Gang Alas 1, Kelurahan Sengkuang, Kecamatan Sintang, Sabtu (20/6) sekitar pukul 08.00 WIB.
Di tengah kepanikan melihat sahabatnya mulai kelelahan, Tegar berusaha berenang mendekat untuk memberikan pertolongan. Namun jarak yang jauh membuat dirinya sendiri hampir menjadi korban.
Upaya Menolong Berakhir dengan Kepanikan
Tegar masih mengingat detik-detik ketika MRW berenang lebih dahulu menuju bagian tengah danau. Sebelumnya, ia dan teman lainnya telah mengingatkan korban agar tidak berenang terlalu jauh.
"Kami sempat melarang dia berenang ke tengah, tetapi dia tetap ingin ke sana," ujar Tegar, Minggu (21/6).
Menurutnya, kondisi MRW saat itu diduga kurang prima setelah begadang di rumah seorang teman. Meski begitu, korban tetap memutuskan berenang ke bagian tengah danau.
"Saya Hampir Tenggelam Saat Menolong Dia"
Ketika melihat MRW mulai kelelahan, Tegar spontan berenang menghampiri sahabatnya. Namun tenaga yang dimilikinya juga semakin terkuras.
"Saya mencoba mendekati korban karena melihat dia sudah kelelahan. Tetapi saya sendiri akhirnya kehabisan tenaga, bahkan hampir tenggelam," ungkapnya.
Upaya penyelamatan itu tidak berhasil. Tegar akhirnya harus menyelamatkan dirinya sendiri sebelum berhasil kembali ke tepian.
Sosok yang Dikenal Ramah dan Menyenangkan
Bagi Tegar, MRW bukan sekadar teman sekolah. Keduanya merupakan teman satu angkatan di sebuah sekolah kejuruan di Sintang.
MRW duduk di kelas XI jurusan Audio Video dan bersiap naik ke kelas XII. Tegar mengambil jurusan Komputer. Meski berbeda kelas, keduanya dikenal dekat.
"Dia orangnya baik, asyik kalau bercanda dan tidak pernah berlebihan. Memang kadang-kadang dia cukup keras kepala, tetapi tetap menyenangkan sebagai teman," katanya.
Basarnas dan SAR Gabungan Terus Melakukan Pencarian
Sementara itu, Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo mengatakan Polres Sintang bersama Basarnas dan unsur SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.
Menurutnya, seluruh personel dan sarana yang tersedia telah dikerahkan untuk membantu proses pencarian.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengerahkan seluruh personel dan sarana yang tersedia untuk mendukung proses pencarian hingga korban ditemukan," ujar Sanny.
Harapan Belum Padam
Di tengah proses pencarian yang terus berlangsung, sahabat dan keluarga korban masih menaruh harapan. Bagi Tegar, peristiwa itu akan selalu membekas dalam ingatannya.
Momen yang seharusnya menjadi waktu bersenang-senang bersama sahabat kini berubah menjadi penyesalan dan doa agar MRW segera ditemukan. (nda)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro