Di mata teman-temannya, MRW dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, dan menyenangkan. Salah seorang sahabat korban, Tegar, mengatakan korban merupakan sosok yang baik dan tidak pernah bersikap berlebihan dalam pergaulan.
"Dia orangnya baik, asyik kalau bercanda dan tidak pernah berlebihan. Memang kadang-kadang dia cukup keras kepala, tetapi tetap menyenangkan sebagai teman," ujar Tegar, Minggu (21/6).
Tegar menjelaskan, meski tidak berada dalam satu kelas, dirinya dan korban merupakan teman satu angkatan di sebuah sekolah kejuruan di Sintang. Korban diketahui duduk di kelas XI jurusan Audio Video dan akan naik ke kelas XII, sedangkan Tegar mengambil jurusan Komputer.
Baca Juga: Bupati Sintang Tekankan Sportivitas dan Kekompakan bagi Atlet Popda Kalbar 2026
Menurut Tegar, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat korban berenang bersama dua rekannya di Danau Biru. Sebelum berenang ke bagian tengah danau, korban sempat diingatkan agar tidak berenang terlalu jauh. Ia menilai kondisi korban saat itu juga diduga kurang prima karena sebelumnya begadang di rumah temannya.
"Kami sempat melarang dia berenang ke tengah, tetapi dia tetap ingin ke sana," katanya.
Korban kemudian berenang lebih dahulu meninggalkan rekan-rekannya. Saat melihat korban mulai kelelahan, Tegar berusaha memberikan pertolongan dengan menyusul ke tengah danau. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena jarak yang cukup jauh dan kondisi fisiknya yang ikut melemah.
"Saya mencoba mendekati korban karena melihat dia sudah kelelahan. Tetapi saya sendiri akhirnya kehabisan tenaga, bahkan hampir tenggelam," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, mengatakan Polres Sintang bersama Basarnas dan unsur SAR gabungan telah melakukan pencarian terhadap korban.
Baca Juga: Kejutan Tanjung Verde Berlanjut, Tahan Uruguay dan Dekati Fase Gugur Piala Dunia
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengerahkan seluruh personel dan sarana yang tersedia untuk mendukung proses pencarian," tukas Sanny.
Kapolsek Sintang Kota, Iptu Heru Woldy, memastikan bahwa korban telah berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (21/6) sekitar pukul 12.45 WIB.
Menurut Heru, penemuan jasad korban terjadi saat tim melakukan upaya pencarian dengan metode penyisiran menggunakan jala di lokasi yang diduga menjadi titik tenggelamnya korban.
"Korban ditemukan sekitar pukul 12.45 WIB setelah tim melakukan pencarian dengan menebar jala. Saat proses tersebut, jasad korban akhirnya tersangkut dan berhasil dievakuasi," pungkasnya. (nda)
Editor : Miftakhair