
PONTIANAK POST - Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Sintang dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter umat sekaligus memperkuat kehidupan sosial di tengah masyarakat. Keberadaan majelis taklim tidak hanya menjadi sarana meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun nilai kebersamaan dan toleransi.
Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Helmi, mengatakan majelis taklim selama ini telah menjadi wadah penting dalam memperkuat akhlak masyarakat, terutama melalui peran aktif kaum ibu.
“Majelis taklim memiliki peran strategis dalam membentuk karakter umat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Helmi, Senin (22/6).
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Tak Hentikan Proyek Jalan Pelang–Kepuluk, Pemkab Ketapang Gandeng Dunia Usaha
Menurutnya, anggota BKMT, yang mayoritas terdiri dari kaum perempuan, merupakan garda terdepan dalam membangun ketahanan keluarga. Peran tersebut dinilai sangat penting dalam mencetak generasi yang memiliki karakter dan akhlak yang baik.
“Saya meyakini bahwa ibu-ibu BKMT adalah garda terdepan dalam membangun keluarga yang sakinah, mendidik generasi yang berakhlak mulia, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Selain memperkuat aspek keagamaan, Helmi juga menekankan pentingnya kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan keagamaan, menurutnya, menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan saling peduli.
Baca Juga: Tahapan Pilkades 2026 Berlanjut, DPMD Kapuas Hulu Cetak 66.575 Surat Suara
“Kehadiran anak-anak yatim mengingatkan kita akan pentingnya kepedulian sosial. Agama mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berbagi, menyayangi, dan memperhatikan mereka yang membutuhkan uluran kasih dan perhatian kita bersama,” tutur Helmi.
Helmi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, suasana yang aman, damai, dan harmonis menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah. (nda)
Editor : Miftakhair