PONTIANAK POST - Kabupaten Sintang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah salah satu pelajarnya, Mirza Rafi Navazani, terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026. Siswa SMAN 1 Sintang tersebut akan mewakili Provinsi Kalimantan Barat pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus 2026 mendatang.
Keberhasilan Mirza sekaligus mengakhiri penantian Kabupaten Sintang selama tiga tahun untuk kembali mengirimkan wakil pada ajang Paskibraka tingkat nasional. Selain Mirza, dua pelajar asal Sintang lainnya juga berhasil lolos sebagai calon Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Barat, yakni Muhamad Dzaki Raiha Nur dan Chelly Spania Pielda.
Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang, Indra Gunawan, menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil dari rangkaian seleksi yang panjang dan berjenjang.
Baca Juga: Meneguhkan Nilai HAM dalam Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Humanis
“Dua pelajar putra dari Sintang, yakni Rafi dan Zaki, mengikuti tahapan seleksi di tingkat nasional setelah sebelumnya lolos seleksi di provinsi,” ujar Indra, Selasa (23/6).
Ia menjelaskan, pada tahap awal Kabupaten Sintang mengirimkan empat pelajar, terdiri dari dua putra dan dua putri, untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak. Dari proses tersebut, Mirza Rafi Navazani dan Muhamad Dzaki Raiha Nur berhasil melaju ke tahap seleksi pusat yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Jakarta.
Berdasarkan hasil seleksi tingkat pusat, Mirza akhirnya ditetapkan sebagai wakil Kalimantan Barat untuk bertugas sebagai calon Paskibraka nasional. Ia akan bertugas bersama seorang pelajar putri asal Kota Pontianak yang juga terpilih sebagai perwakilan Kalimantan Barat.
Indra menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelajar Kabupaten Sintang mampu bersaing di tingkat nasional.
Baca Juga: Tak Ada Ruang untuk PETI, Polisi dan Perangkat Desa Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Sandai
“Tahun 2026 menjadi momentum bagi Sintang untuk kembali berpartisipasi pada pengibaran Bendera Pusaka di Istana Negara. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan,” tuturnya.
Ia menambahkan, seluruh tahapan seleksi berlangsung secara transparan dan objektif. Menurutnya, penilaian dilakukan sepenuhnya berdasarkan kemampuan peserta tanpa campur tangan pihak mana pun.
“Sejak proses pendaftaran hingga seleksi akhir, seluruh tahapan dikawal dengan ketat. Penilaian dilakukan murni berdasarkan kualitas dan kemampuan peserta,” tukasnya. (nda)
Editor : Miftakhair