PONTIANAK POST - Keberhasilan Mirza Rafi Navazani, pelajar SMAN 1 Sintang, menembus Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 menjadi catatan membanggakan bagi Kabupaten Sintang. Remaja asal Sintang itu dipastikan mewakili Kalimantan Barat dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
Capaian tersebut menambah daftar putra daerah Sintang yang mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan Mirza diraih setelah melewati serangkaian seleksi ketat yang menuntut kesiapan fisik, mental, serta kemampuan akademik.
Perjalanan Mirza menuju Paskibraka Nasional tidak berlangsung mulus. Ia mengaku sempat gagal masuk dalam daftar peringkat awal peserta yang diproyeksikan melaju ke tingkat pusat.
Baca Juga: Polres Kapuas Hulu Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Sambut Hari Bhayangkara ke-80
"Awalnya saya tidak masuk perankingan. Ada beberapa hal yang membuat saya belum bisa lolos ke pusat," ujar Mirza, Minggu (28/6).
Kesempatan baru datang ketika salah seorang peserta dari Kabupaten Ketapang dinyatakan tidak memenuhi syarat setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Mirza kemudian dipanggil untuk menggantikan posisi tersebut dan segera menjalani Medical Check Up (MCU) di Pontianak.
"Besoknya saya langsung diminta MCU di Pontianak. Saat itu saya mulai gemetar karena kesempatan ini datang begitu tiba-tiba,"
Hasil pemeriksaan kesehatan yang memenuhi syarat membuka jalan bagi Mirza untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan di Jakarta. Di ibu kota, ia kembali menghadapi berbagai tes, mulai dari pemeriksaan kesehatan lanjutan hingga tes akademik.
Mirza mengungkapkan persiapan menghadapi seleksi nasional telah dilakukannya sejak Desember 2025. Selain menjaga kondisi fisik melalui latihan rutin, ia juga mempelajari materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU).
Baca Juga: Polres Kapuas Hulu Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Sambut Hari Bhayangkara ke-80
"Untuk TWK dan TIU saya sudah belajar dari bulan Desember. Kadang belajar bersama teman, kadang belajar sendiri," tuturnya
Menurut Mirza, disiplin merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan dalam seleksi Paskibraka. Ia mengajak pelajar yang bercita-cita mengikuti seleksi serupa agar mempersiapkan diri sejak dini.
"Jangan menunggu tes baru mulai berubah. Disiplin, latihan, dan belajar sejak awal menjadi kunci," ungkap Mirza.
Sementara itu, Komandan Kodim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono, menilai keberhasilan Mirza merupakan hasil kerja keras yang didukung banyak pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah daerah hingga para pelatih.
"Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sintang sekaligus bukti bahwa pembinaan berkelanjutan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat," ujar Anggit.
Baca Juga: Bupati Ketapang Alexander Wilyo Dorong Kerajaan Hulu Aik Menjadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan
Ia berharap keberhasilan Mirza dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Sintang untuk terus berprestasi dan berani bersaing di tingkat nasional. "Kami juga mengapresiasi seluruh tim pelatih, termasuk personel Kodim 1205/Sintang yang terlibat dalam pembinaan calon Paskibraka di Kabupaten Sintang," ungkapnya.
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menghasilkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.
"Keberhasilan ini hendaknya menjadi motivasi bagi para pelajar lainnya di Kabupaten Sintang untuk terus berprestasi, berani bermimpi besar, dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Tidak ada prestasi yang diraih secara instan, semuanya membutuhkan kerja keras, disiplin, dan doa," tutupnya. (nda)
Editor : Miftakhair