PONTIANAK POST - Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang berulang di Kabupaten Sintang mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak. Ia meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan yang terjadi sekaligus menyampaikan informasi jadwal pemadaman kepada masyarakat agar aktivitas sehari-hari dapat disesuaikan.
Menurut Yohanes, kondisi kelistrikan di Sintang dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya sudah cukup stabil. Namun, meningkatnya frekuensi pemadaman dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat yang membutuhkan kepastian mengenai penyebab gangguan tersebut.
“Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sudah cukup lama kondisi kelistrikan kita berjalan normal, sehingga pemadaman yang kini sering terjadi tentu menimbulkan tanda tanya. Penjelasan dari PLN sangat diperlukan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi,” ujar Yohanes, Jumat (3/7).
Baca Juga: Pemadaman Listrik di Kalbar Berlanjut, Ini Penjelasan Bahlil soal Pasokan Batu Bara untuk PLN
Menurutnya, keterbukaan informasi akan membantu masyarakat memahami kondisi yang sedang dihadapi. Ia meminta PLN menjelaskan apakah gangguan disebabkan oleh keterbatasan pasokan bahan bakar, menurunnya kapasitas pembangkit, atau adanya kerusakan pada fasilitas pembangkit listrik.
“Kalau persoalannya berkaitan dengan pasokan batu bara, BBM, atau ada unit pembangkit yang mengalami gangguan, sebaiknya disampaikan secara terbuka. Dengan begitu masyarakat mengetahui akar persoalannya dan dapat memahami langkah penanganan yang dilakukan,” tuturnya.
Yohanes menilai pemadaman listrik yang berlangsung berulang kali tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga, tetapi juga memberi dampak terhadap sektor usaha. Saat ini hampir seluruh kegiatan masyarakat bergantung pada pasokan listrik, mulai dari penyediaan air bersih, penyimpanan bahan makanan, hingga operasional berbagai usaha kecil maupun besar.
Selain percepatan penanganan, Yohanes juga meminta PLN menyampaikan jadwal pemadaman secara lebih terencana. Menurutnya, informasi mengenai lokasi dan waktu pemadaman seharusnya diumumkan beberapa hari sebelumnya sehingga masyarakat memiliki waktu untuk melakukan persiapan. (nda)
Editor : Hanif